Utsman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. Beliau dikenal sebagai pedagang kaya raya dan ekonom yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam. Ia mendapat julukan Dzunnurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah Saw yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atasajakan Abu Bakar dan termasuk golongan Assabiqunal Awwalun (golonganyang pertama-tama masuk Islam).Rasulullah Saw sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah bertanya kepada Rasulullah Saw, 'Abu Bakar masuk tapi engkau biasa sajadan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasasaja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?' Rasullullah menjawab, "Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?"
Pada saat seruan hijrah pertama oleh Rasullullah Saw ke Habbasyiah karena meningkatnya tekanan kaum Quraisy terhadap umat Islam, Utsman bersama istri dan kaum muslimin lainnya memenuhi seruantersebut dan hijrah ke Habbasyiah hingga tekanan dari kaum Quraisyreda. Tak lama tinggal di Mekah, Utsman mengikuti Nabi Muhammad Saw untuk hijrah ke Madinah. Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasullah untuk menemui Abu Sofyan di Mekkah. Utsman diperintahkan Nabiuntuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di Ka'bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah.
Pada saat Perang Dzatirriqa dan Perang Ghatfahan berkecamuk, dimana Rasullullah Saw memimpin perang, Utsman dipercaya menjabatwalikota Madinah. Saat Perang Tabuk, Utsman mendermakan 1000 1000 ekorunta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya perang tersebut. Utsman bin Affan juga menunjukkan kedermawanannya tatkala membeli sumur yang jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan dua setengah kg emas pada waktu itu.
Sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Pada masa pemerintahanA bu Bakar, Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
Setelah wafatnya Umar bin Khatab sebagai khalifah kedua, diadakanlah musyawarah untuk memilik khalifah selanjutnya. Ada enam orang kandidat khalifah yang diusulkan yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahmanbin Auf, Sa'ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah. Selanjutnya Abdurrahman bin Auff, Sa'ad bin Abi Waqas,Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah mengundurkan diri hinggahanya Utsman dan Ali yang tertinggal. Suara masyarakat pada saat itucenderung memilih Utsman menjadi khalifah ketiga. Maka diangkatlahUtsman yang berumur 70 tahun menjadi khalifah ketiga dan yang tertua,serta yang pertama dipilih dari beberapa calon. Peristiwa ini terjadipada bulan Muharram 24 H. Utsman menjadi khalifah di saat pemerintah Islam telah betul-betul mapan dan terstruktur.
Beliau adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beliau mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk mahkamah danmengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid; membangun pertanian, menaklukan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan,Palestina, Siprus, Rodhes, dan juga membentuk angkatan laut yang kuat.Jasanya yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untukmengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf.
Selama masa jabatannya,Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang yang lebih kredibel.Namun hal ini banyak membuat sakit hati pejabat yang diturunkansehingga mereka bersekongkol untuk membunuh khalifah. Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah.
Meski Utsman mempunyai kekuatan untukmenyingkirkan pemberontak, namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkandarah umat Islam. Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada hari Jumattanggal 17 Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasukirumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah Saw perihal kematian Utsman yang syahid nantinya. Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.
Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad
http://gasa-storyofmylife.blogspot.com/
Kamis, 30 September 2010
Makna Sebuah Kesetiaan
Burung betina ini terkapar tak berdaya karena tertabrak mobil di salah satu jalan raya di Perancis karena terbang menukik terlalu rendah. Dia meminta pertolongan dan berharap sang jantan bisa menolongnya.
Sang jantan berusaha menolong, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Pertolongan yang bisa diberikan hanyalah memberikan makanan dan minuman. Beberapa kali dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dan minuman dari mulutnya.
Lagi, ia membawakan makanan tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Jantan itu mencoba mengerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi.... dan ”Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.
Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat banyak menolong sang kekasih.
Setelah sang kekasih meninggal dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal. Sang jantan dengan penuh KESETIAAN hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama.
Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar yang dibidik seorang wartawan ini. Sang wartawan menjual foto-foto ini ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.
Kisah KESETIAAN yang lain adalah kisah anjing Hachiko yang sangat setia.
Kisahnya sudah melegenda di Tokyo dan difilmkan.
Ia menanti tuannya selama 10 tahun di stasiun KA Shibuya, Tokyo.
Dan Hachiko tidak tahu tuannya Profesor Ueno telah meninggal di kampusnya.
Tetapi ia tetap setia menjemput ’tuannya yang telah hilang’ hingga ajalnya sendiri tiba.
Patung tembaga Hachiko menjadi monumen ”KESETIAAN” di stasiun tersebut.
Sahabat Hikmah...
Mengapa binatang bisa memiliki KESETIAAN ?
Binatang bisa memiliki sifat setia, penurut dan penyayang ...
Adalah karena KESETIAAN-nya kepada Tuhannya
Mereka menuruti apa yang menjadi kehendak Tuhannya
Ada juga binatang yang tidak setia, rakus dan buas..
Seperti ayam, kambing, sapi yang tidak memiliki pasangan tetap.
Seperti ikan lele, hamster yang bisa memakan anaknya sendiri.
Binatang tersebut berbuat adalah karena KESETIAAN-nya kepada Tuhannya
Mereka menuruti apapun yang menjadi kehendak Tuhannya
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“… bahkan APA yang ada di langit dan di bumi adalah kePUNYAan Allah; semua TUNDUK kepadaNya.”
(QS. Al-Baqarah: 116)
“…padahal kepadaNya-lah berSERAH DIRI segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan SUKA maupun TERPAKSA…” (QS. Ali Imran: 83)
“Dan kepada Allah sajalah berSUJUD (TUNDUK) segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para MALAIKAT, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” (QS. An-Nahl: 49)
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah berSUJUD apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan SEBAGIAN BESAR daripada MANUSIA?”
(QS. Al-Hajj: 18)
Ketundukan BINATANG kepada Allah subhanahhu wa ta’ala
Sesungguhnya sama dengan ketundukan MALAIKAT kepada Tuhannya
Semuanya adalah karena KESETIAANnya kepada Tuhan Penciptanya.
Sahabat Hikmah...
Bagaimana dengan manusia..?
Mengapa manusia banyak yang KESETIAAN-nya telah hilang ?
Baik KESETIAAN kepada isterinya,
KESETIAAN kepada majikannya,
KESETIAAN kepada sahabatnya,
Bahkan... KESETIAAN kepada Tuhannya
Mereka sebagian terbiasa berselingkuh, korupsi, berkhianat dan bermaksiat.
Adalah karena NAFSU ...manusia ’hilang’ KESETIAANnya.
Karena NAFSU manusia bisa berselingkuh,
Karena NAFSU manusia bisa korupsi,
Karena NAFSU manusia bisa berkhianat,
Dan Karena NAFSU manusia bisa bermaksiat.
Dengan SETIA kepada TUHANnya maka manusia akan SETIA kepada MAKHLUK lain.
Dengan tidak SETIA kepada TUHANnya dia akan tidak setia kepada MAKHLUK lain....
Dan itu adalah karena NAFSUnya yang telah menjadi TUHANnya.
”Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan HAWA NAFSUnya sebagai TUHANnya, dan Allah memBIARkannya SESAT berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengKUNCI MATI penDENGARan dan HATInya dan meletakkan TUTUPAN atas pengLIHATannya? Maka SIAPAkah yang akan memBERInya PETUNJUK sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
(QS Al Jatsiyah : 23)
Karena Allah menciptakan DUNIA dan AKHIRAT untuk MANUSIA...
Bukan untuk BINATANG, ATAUPUN MALAIKAT...
Apa yang di langit dan di bumi selain manusia hanyalah pelengkap,
dan Allah telah MEMULIAKAN bani Adam
Maka Allah memberikan KEBEBASAN yang BERTANGGUNG JAWAB kepada MANUSIA
Disamping memberikan JIWA yang MULIA seperti MALAIKAT,
Allah juga memberikan NAFSU seperti BINATANG.
”Maka Allah mengILHAMkan kepada jiwa itu (jalan) keFASIKan dan keTAKWAannya,
Sungguh berUNTUNG orang yang menSUCIkan jiwa itu, Dan Sungguh meRUGI orang yang mengKOTORinya.”
(QS Asy Syams : 8-10)
”Dan katakanlah: "KEBENARAN itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN (beriman) hendaklah ia BERIMAN, dan barangsiapa yang INGIN (kafir) biarlah ia KAFIR". Sesungguhnya Kami telah SEDIAKAN bagi orang-orang ZHALIM itu NERAKA, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS Al Kahfi : 29)
Sahabata Hikmah...
Jadi arti sebuah KESETIAAN adalah menahan diri dari HAWA NAFSU.
Dan dengan selalu MENJAGA KESETIAAN kita kepada Sang Pencipta sampai akhir hayat kita.
Sehingga dalam sholat kita selalu diingatkan perjanjian kita untuk tetap SETIA kepada-Nya:
”Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (Muslimin)". (QS Al An’am : 162)
Dengan KESETIAAN inilah kita akan BAHAGIA...
di DUNIA maupun di AKHIRAT....
”Adapun orang yang melampaui batas (THOGHO), dan lebih mengUTAMAkan kehidupan DUNIA,maka sesungguhnya NERAKAlah tempat tinggalnya.Dan adapun orang-orang yang TAKUT kepada keBESARan Tuhannya dan MENAHAN diri dari keinginan HAWA NAFSUNYA, maka sesungguhnya SURGAlah tempat tinggalnya.” (QS An Nazi’at : 37-41)
Wallahu a’lam bi showab
http://gasa-storyofmylife.blogspot.com/
KESABARAN SEORANG SUAMI
“Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kalian TIDAK MENYUKAI mereka (maka BERSABARLAH) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menJADIkan pada dirinya KEBAIKAN yang BANYAK." (QS : An-Nisa ayat 19)
Sahabat …
Allah telah menakdirkan pasangan sesuai dengan kehendaknya.
Kadang, suami dan istri yang sholih telah dijodohkan-Nya, tapi ada juga hanya suami atau istrinya saja yang sholih.
Dan sehubungan dengan ayat tersebut di atas, Al Imam Al Hafizh Adz Dzahabi menghikayatkan satu kisah dalam kitabnya Al Kabair yang mungkin bisa menjadi renungan dan pelajaran bagi para suami:
Disebutkan ada seorang yang shalih memiliki saudara fillah (seagama) dari kalangan orang shalih pula.
Saudaranya ini menziarahinya setahun sekali.
Suatu ketika saudaranya ini mengetuk pintu rumahnya.
Berkatalah istri orang shalih tersebut : “Siapa”?
“Saudara suamimu fillah datang untuk menziarahinya,” jawab si pengetuk pintu.
“Dia pergi mencari kayu bakar, semoga Allah tidak mengembalikannya (ke rumah ini), semoga dia tidak selamat,” kata istri orang shalih tersebut dan wanita ini terus mencaci-maki suaminya.
Ketika saudara fillah ini tengah berdiri di depan pintu, tiba-tiba orang shalih itu datang dari arah gunung dalam keadaan menuntun singa yang memikul kayu bakar di punggungnya. Orang shalih ini pun mengucapkan salam dan menyatakan selamat datang (marhaban) kepada saudaranya fillah. Setelahnya ia masuk ke dalam rumah dan memasukkan pula kayu bakarnya. Lalu Ia berkata kepada singa tersebut : “Pergilah barokallohu fiik (semoga Alloh memberkahimu).”
Lalu saudaranya dipersilakan masuk ke rumahnya sementara istrinya masih terus mencaci-maki dirinya. Namun tak satu kata pun terucap darinya untuk membalas cercaan istrinya.
Pada tahun berikutnya, sebagaimana kebiasaannya saudara fillah ini kembali menziarahi orang shalih tersebut.
Ia mengetuk pintu dan terdengar suara istri orang shalih tersebut : “Siapa di balik pintu?”
“Fulan, saudara suamimu fillah,” jawabnya.
“Marhaban, ahlan wa sahlan, tunggulah. Silakan duduk di tempat yang telah disediakan, suamiku akan datang insya Allah dengan kebaikan dan keselamatan,” kata istri orang shalih tersebut.
Saudara fillah ini pun kagum dengan kesantunan ucapan dan adab istri orang shalih tersebut.
Tiba-tiba orang shalih tersebut datang dengan memikul kayu bakar di atas punggungnya, saudara fillah ini pun heran dengan apa yang dilihatnya. Orang shalih itu mendatanginya seraya mengucapkan salam dan masuk ke rumahnya beserta tamu tahunannya.
Istrinya lalu menghidangkan makanan bagi keduanya dan dengan ucapan yang baik ia mempersilakan keduanya menyantap hidangan yang tersedia.
Ketika saudara fillah ini hendak permisi pulang ia berkata,
“Wahai saudaraku, beritahulah kepadaku tentang apa yang akan kutanyakan kepadamu.”
“Apa itu wahai saudaraku?” tanya orang shalih tersebut.
Saudara fillah ini berkata, “Pada tahun yang awal ketika aku mendatangimu, aku mendengar ucapan seorang wanita yang jelek lisannya, mengucapkan kata-kata yang baik dan kurang adab. Wanita itu banyak melaknat. Dalam kesempatan itu aku juga melihatmu datang dari arah gunung sementara kayu bakarmu berada di atas punggung seekor singa yang tunduk di hadapanmu. Pada tahun ini aku mendengar ucapan yang bagus dari istrimu, tanpa ada celaan dari lisannya, namun aku melihatmu memikul sendiri kayu bakar di atas punggungmu. Apakah sebabnya?”
Orang shalih ini berkata, “Wahai saudaraku, istriku yang jelek akhlaqnya itu telah meninggal. Aku dulu bersabar menerima akhlaqnya dan apa yang muncul darinya. Aku hidup bersamanya dalam kepayahan namun aku sabari. Karena kesabaranku menghadapi istriku, Allah menundukkan untukku seekor singa yang engkau lihat ia memikulkan kayu bakarku. Ketika istriku itu meninggal, aku pun menikahi yang shalihah ini dan hidupku bahagia bersamanya. Maka singa itu tidak pernah datang lagi membantuku hingga aku harus memikul sendiri kayu bakar di atas punggungku, karena aku sudah hidup bahagia bersama istriku yang diberkahi lagi taat.”
(Al Kabair, hal. 195-196)
Sumber : abuthalhah.wordpress.comhttp://gasa-storyofmylife.blogspot.com/
Sahabat …
Allah telah menakdirkan pasangan sesuai dengan kehendaknya.
Kadang, suami dan istri yang sholih telah dijodohkan-Nya, tapi ada juga hanya suami atau istrinya saja yang sholih.
Dan sehubungan dengan ayat tersebut di atas, Al Imam Al Hafizh Adz Dzahabi menghikayatkan satu kisah dalam kitabnya Al Kabair yang mungkin bisa menjadi renungan dan pelajaran bagi para suami:
Disebutkan ada seorang yang shalih memiliki saudara fillah (seagama) dari kalangan orang shalih pula.
Saudaranya ini menziarahinya setahun sekali.
Suatu ketika saudaranya ini mengetuk pintu rumahnya.
Berkatalah istri orang shalih tersebut : “Siapa”?
“Saudara suamimu fillah datang untuk menziarahinya,” jawab si pengetuk pintu.
“Dia pergi mencari kayu bakar, semoga Allah tidak mengembalikannya (ke rumah ini), semoga dia tidak selamat,” kata istri orang shalih tersebut dan wanita ini terus mencaci-maki suaminya.
Ketika saudara fillah ini tengah berdiri di depan pintu, tiba-tiba orang shalih itu datang dari arah gunung dalam keadaan menuntun singa yang memikul kayu bakar di punggungnya. Orang shalih ini pun mengucapkan salam dan menyatakan selamat datang (marhaban) kepada saudaranya fillah. Setelahnya ia masuk ke dalam rumah dan memasukkan pula kayu bakarnya. Lalu Ia berkata kepada singa tersebut : “Pergilah barokallohu fiik (semoga Alloh memberkahimu).”
Lalu saudaranya dipersilakan masuk ke rumahnya sementara istrinya masih terus mencaci-maki dirinya. Namun tak satu kata pun terucap darinya untuk membalas cercaan istrinya.
Pada tahun berikutnya, sebagaimana kebiasaannya saudara fillah ini kembali menziarahi orang shalih tersebut.
Ia mengetuk pintu dan terdengar suara istri orang shalih tersebut : “Siapa di balik pintu?”
“Fulan, saudara suamimu fillah,” jawabnya.
“Marhaban, ahlan wa sahlan, tunggulah. Silakan duduk di tempat yang telah disediakan, suamiku akan datang insya Allah dengan kebaikan dan keselamatan,” kata istri orang shalih tersebut.
Saudara fillah ini pun kagum dengan kesantunan ucapan dan adab istri orang shalih tersebut.
Tiba-tiba orang shalih tersebut datang dengan memikul kayu bakar di atas punggungnya, saudara fillah ini pun heran dengan apa yang dilihatnya. Orang shalih itu mendatanginya seraya mengucapkan salam dan masuk ke rumahnya beserta tamu tahunannya.
Istrinya lalu menghidangkan makanan bagi keduanya dan dengan ucapan yang baik ia mempersilakan keduanya menyantap hidangan yang tersedia.
Ketika saudara fillah ini hendak permisi pulang ia berkata,
“Wahai saudaraku, beritahulah kepadaku tentang apa yang akan kutanyakan kepadamu.”
“Apa itu wahai saudaraku?” tanya orang shalih tersebut.
Saudara fillah ini berkata, “Pada tahun yang awal ketika aku mendatangimu, aku mendengar ucapan seorang wanita yang jelek lisannya, mengucapkan kata-kata yang baik dan kurang adab. Wanita itu banyak melaknat. Dalam kesempatan itu aku juga melihatmu datang dari arah gunung sementara kayu bakarmu berada di atas punggung seekor singa yang tunduk di hadapanmu. Pada tahun ini aku mendengar ucapan yang bagus dari istrimu, tanpa ada celaan dari lisannya, namun aku melihatmu memikul sendiri kayu bakar di atas punggungmu. Apakah sebabnya?”
Orang shalih ini berkata, “Wahai saudaraku, istriku yang jelek akhlaqnya itu telah meninggal. Aku dulu bersabar menerima akhlaqnya dan apa yang muncul darinya. Aku hidup bersamanya dalam kepayahan namun aku sabari. Karena kesabaranku menghadapi istriku, Allah menundukkan untukku seekor singa yang engkau lihat ia memikulkan kayu bakarku. Ketika istriku itu meninggal, aku pun menikahi yang shalihah ini dan hidupku bahagia bersamanya. Maka singa itu tidak pernah datang lagi membantuku hingga aku harus memikul sendiri kayu bakar di atas punggungku, karena aku sudah hidup bahagia bersama istriku yang diberkahi lagi taat.”
(Al Kabair, hal. 195-196)
Sumber : abuthalhah.wordpress.comhttp://gasa-storyofmylife.blogspot.com/
Rabu, 29 September 2010
ISTRI UNTUK SUAMI
Banyak ilmuan yang mempelajari secara khusus perkembangan psykologi sosial hubungan suami istri. Seorang psikoterapis Doris Helmering menuturkan, “Wanita biasanya memiliki teman wanita yang akrab. Teman terdekat laki-laki umumnya adalah istrinya. Ini berarti, relasi harmonis dalam kehidupan rumah tangga sangat penting bagi laki-laki.”
Ini ilmu yang penting agar Istri betul-betul hanya untuk suami...
Suatu hal yang telah cukup dikenal –baik dari sisi sosiologi maupun psikologi— semakin bertambah kedekatan seorang istri dengan suaminya, maka kebahagiaan keduanya akan semakin bertambah. Disebutkan bahwa, menurut para suami, faktor kebahagiaan rumah tangga adalah istri yang menjadi pendamping terbaik bagi mereka.
Dalam bukunya Menyelami Hati Wanita, Abdul Mun’im Qindil menyatakan bahwa untuk menjadi pendamping terbaik bagi suami, berarti istri harus berusaha menjadi pusat perhatian suaminya, dengan senyum manis senantiasa terkembang, pandangannya hangat penuh cinta dan tutur kata lembut penuh kemanjaan.
Dia harus selalu berusaha menjadi seorang bidadari di rumahnya.
Tubuhnya harum mewangi, wajahnya cerah, perilakunya lembut, dan tutur katanya mendatangkan kedamaian di hati,
sehingga suami benar-benar merasa bahwa rumahnya adalah SURGA yang penuh kenikmatan dan kesenangan.
Dia bagaikan bunga yang segar dan menyejukkan mata.
Hatinya bening sebening mata air pegunungan.
Senyumannya manis semanis telaga madu.
Wajahnya terang secerah bulan purnama.
Jika suaminya sakit, dia menjadi dokter pribadinya yang senantiasa setia menemaninya.
Jika dunia gelap di matanya, dia menjadi pelita yang siap menerangi jalannya.
Jika suami kehausan, dia menjadi pelepas dahaga yang menyejukkan.
Pokoknya, apa pun yang dilakukannya selalu menebarkan pesona di mata suaminya.
Kelemahlembutannya dalam memperlakukan suaminya sama dengan perlakuannya terhadap teman-teman dekatnya, penuh keakraban dan senda gurau.
…Untuk menjadi pendamping terbaik bagi suami, istri harus berusaha menjadi pusat perhatian suaminya. Dia harus selalu berusaha menjadi seorang bidadari di rumahnya…
Jadi, bagaimanakah caranya agar Anda menjadi pendamping terbaik suami? Di bawah ini adalah beberapa tips penting agar Anda bisa menjadi pusat perhatian suami, sebagaimana dinyatakan Muhammad Kamil Abdul Shamad dalam bukunya Haqa`iq Taghfulu ‘Anha Az-Zaujat:
1. MENJAGA PERASAAN SUAMI
Peduli terhadap kebahagiaan suami dan mampu memperlihatkan serta menghormati cintanya merupakan fondasi keharmonisan sejati. Psikolog Marlin Roman menyatakan, “Manusia menyenangi orang yang bisa menjadikannya senang. Inilah yang harus diperhatikan dalam pendidikan dan pelatihan.”
Ketika Anda merasa tidak nyaman dan membenci teman Anda, maka Anda bisa saja menghentikan interaksi dengannya, sampai rasa benci itu hilang. Namun dengan suami, Anda tidak bisa menghentikan interaksi Anda dengannya. Sebesar apa pun kebencian Anda kepada suami, hanya karena dia mengabaikan beberapa hal yang sepele, maka Anda harus tetap berada di sisinya. Anda harus bersamanya ketika makan, bersenda-gurau dengannya, dan lain sebagainya.
2. BERSABARLAH
Keberadaan Anda sebagai partner suami menuntut Anda untuk bersabar dalam segala hal. Rasulullah bersabda, “Orang muslim jika dia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguannya, maka dia lebih baik daripada orang muslim yang tidak mau bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguannya.” (HR. At-Tirmidzi: 2431, dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat: Shahih Al-Jami’: 6651)
Ada sebuah kisah menarik tentang hal ini. Pada zaman Khalifah Al-Manshur, salah seorang menterinya, Al-Ashma'i, melakukan perburuan. Karena terlalu asyik mengejar hewan buruan, dia terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang sahara.
Ketika rasa haus mulai mencekiknya, di kejauhan dia melihat sebuah kemah. Terasing dan sendirian. Dia memacu kudanya ke arah sana dan mendapati seorang penghuni wanita muda dan jelita. Dia meminta air. Wanita itu berkata, “Ada air sedikit, tetapi aku persiapkan hanya untuk suamiku. Ada sisa minumanku. Kalau engkau mau, ambillah.”
Tiba-tiba wajah wanita itu tampak siaga. Dia memandang kepulan debu dari kejauhan. “Suamiku datang,” katanya. Wanita itu kemudian menyiapkan air minum dan kain pembersih. Lelaki yang datang itu lebih pas jika disebut “bekas manusia”. Seorang tua yang jelek dan menakutkan. Mulutnya tidak henti-hentinya menghardik istrinya. Tidak satu pun perkataan keluar dari mulut perempuan itu. Dia membersihkan kaki suaminya, menyerahkan minuman dengan khidmat, dan menuntunnya dengan mesra masuk ke kemah.
Sebelum pergi, Al-Ashma'i bertanya kepada wanita itu, “Engkau muda, cantik, dan setia. Kombinasi yang jarang sekali terjadi. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk melayani lelaki tua yang berakhlak buruk?”
…Rasulullah bersabda bahwa agama itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar…
Jawaban wanita itu mengejutkan Al-Ashma'i. Perempuan tersebut berkata, “Rasulullah bersabda bahwa agama itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar. Aku BERSYUKUR karena Allah telah menganugerahkan kepadaku usia muda, kecantikan, dan perlindungan. Dia membimbingku untuk berakhlak baik. Aku telah melaksanakan setengah agamaku. Karena itu, aku ingin melengkapi agamaku dengan setengahnya lagi, yakni BERSABAR.”
3. Pelajarilah Bahasa Suami
Laki-laki akan tetap berbicara tentang dirinya saat menceritakan pekerjaannya. Berbeda dengan keyakinan yang membudaya, bahwa laki-laki bicara mengenai dirinya melalui obrolan mengenai pekerjaannya. Istri harus paham ketika suaminya bercerita tentang pekerjaannya, maka sebenarnya dia juga sedang berbicara mengenai masalah-masalah pribadi yang sangat dalam.
Suami, misalnya, pulang ke rumah sambil marah-marah karena pimpinannya di kantor kurang menghargai kerja keras yang dilakukannya. Penyebab yang sebenarnya dia bersikap seperti itu mungkin karena dia takut pekerjaannya belum optimal. Jika Anda langsung menimpalinya dengan menyaranka agar dia siap menghadapinya, bisa menimbulkan reaksi yang tidak Anda harapkan dari dia, yaitu dia malah tidak mau bicara.
Maka sebaiknya Anda tidak bersikap seperti itu, tetapi ciptakanlah suasana lembut yang membuatnya lebih siap untuk menceritakan permasalahannya itu. Artinya, yang perlu Anda lakukan adalah diam mendengarkan ucapannya penuh konsentrasi. Karena pilar pertama relasi adalah mau mendengarkan.
…Islam telah menjadikan ketulusan seorang istri terhadap suaminya setara dengan jihad fi sabilillah dalam hal ganjarannya…
4. Jangan Menambah Masalah
Terkadang, ketika teman Anda menghadapi masalah, mungkin Anda bisa menghadirkan kelembutan dan rasa simpati. Dengan demikian Anda telah membantu mengurai benang kusut permasalahan yang dihadapinya. Namun, tatkala suami Anda berada dalam kesulitan, Anda justru berbuat kebodohan yang menambah dia gelisah dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang membebani, seperti: “Mengapa itu terjadi?”, “Apa yang akan engkau perbuat?”, dan lain sebagainya. Anda menyampaikan pertanyaan tersebut karena mengira cara itu adalah bentuk kepedulian kepada suami.
Namun sejatinya, dengan pertanyaan itu, Anda menuntut suami agar meyakinkan Anda bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai yang diinginkan. Hal ini menyebabkan dia menyesal telah memberi kepercayaan kepada Anda.
Suami selalu mengatakan, “Saya tidak suka menceritakan urusan pekerjaan kepada istri saya. Jika saya melakukannya, justru saya tidak dapat menuntaskan masalah yang saya hadapi.” Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda mau menahan perasaan. Benar, cinta Anda begitu besar kepada suami, tetapi Anda gagal menjadi pendamping terbaiknya, karena cinta saja tidaklah cukup. Relasi harmonis sejati akan mendatangkan keintiman yang penuh dengan dinamika. Inilah yang membuat pernikahan menjadi sesuatu yang agung.
Istri muslimah yang shalehah hidup dengan suaminya sepenuh hati, sepenuh perasaan, sepenuh jiwa dan raganya. Perasaan dan pikirannya tidak pernah lepas dari pasangannya. Bukankah Islam telah menjadikan ketulusan seorang istri terhadap suaminya setara dengan jihad fi sabilillah dalam hal ganjarannya? Seorang istri bisa menadapatkan pahala ash-shiddiqin (orang-orang jujur dan tulus) jika selalu jujur dalam tindakan dan ucapannya. Dia juga bisa mendapatkan pahala al-abrar (ahli kebajikan) jika mampu memenuhi semua kewajiban terhadap suaminya. Dia juga bisa mendapatkan pahala asy-syuhada jika ia mampu melewati kesulitan dalam mengurus suami dan anak-anaknya.
…Rumah tangga yang baik bukanlah yang dipenuhi dengan perabotan mewah dan modern. Tapi rumah tangga kebahagiaan yang mampu menyatukan banyak hati yang disinari cinta dan kasih sayang, keserasian, kesetian, dan ketulusan untuk hidup berbagi suka dan duka dalam segala suasana…
Wanita memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan kehidupan yang baik. Jika dia memiliki impian untuk menyulap rumahnya menjadi kebun surga yang indah, pasti dia mampu melakukannya dengan sedikit biaya. Rumah tangga yang baik bukanlah rumah yang selalu dipenuhi dengan perabotan mewah dan modern. Tapi rumah kebahagiaan adalah yang mampu menyatukan banyak hati yang disinari cinta dan kasih sayang, keserasian, kesetian, dan ketulusan untuk hidup berbagi suka dan duka dalam segala suasana. Betapa besar perhatian Islam dalam urusan cinta!
[ganna pryadha/voa-islam.com/dbs]
http://gasa-storyofmylife.blogspot.com
Senin, 20 September 2010
KEKUATIRAN RASULULLAAH
Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
" Hal-hal yang aku KHAWATIRkan melanda pada ummatku adalah :
" BESAR PERUT, BANYAK TIDUR, PEMALAS, dan LEMAH KEYAKINAN"
( H.R Daruquthni dari Jabir ).
Sahabat ...
Kehidupan DUNIA adalah arena UJIAN, tempat untuk berMUJAHADAH, bersungguh-sungguh untuk berAMAL dan BEKERJA.
Sedangkan Kehidupan AKHIRAT adalah arena MENUAI HASIL dan MENIKMATI.
Sehingga SEBENARNYA KEHIDUPAN adalah kehidupan AKHIRAT
Dan kehidupan DUNIA adalah MENIPU dan MELALAIKAN
Sehingga Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam mengKHAWATIRkan ummatnya yang terjebak oleh TIPUAN DUNIA sehingga menganggap DUNIA itulah kehidupan yang sebenarnya dan HILANGnya KEYAKINAN akan KEBENARAN adanya KEHIDUPAN AKHIRAT, sehingga menjadi BESAR PERUT, BANYAK TIDUR, PEMALAS, dan LEMAH KEYAKINAN.
BESAR PERUT
Adalah gambaran orang yang BANYAK MAKAN.
Di antara sebab terbesar yang membantu seseorang untuk tetap giat menuntut ilmu, memahaminya dan tidak jemu, adalah meMAKAN SEDIKIT dari sesuatu yang halal.
Orang yang BESAR PERUT juga menggambarkan orang yang MALAS BERPUASA dan BERLEBIHAN dalam MAKAN, serta TIDAK MEMBERI MAKAN fakir miskin dan anak yatim.
Allah SWT pun berfirman dalam Al-Qur`an, "Makan dan minumlah, dan JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf : 31)
Unik sekali prinsip para sahabat Rasulullah dahulu dalam soal makan. Mereka mengatakan, "Kami adalah sekelompok kaum yang tidak makan kecuali lapar dan bila kami makan kami tidak sampai merasa kenyang."
BESAR PERUT juga mengakibatkan keKERASan HATI dan menumbuh kembang biakkan PENYAKIT-PENYAKIT HATI, serta menimbulkan KEMALASAN dalam bekerja dan beramal.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata: “Aku tidak pernah kenyang semenjak 16 tahun lalu. Karena, banyak makan akan menyebabkan banyak minum, sedangkan banyak minum akan membangkitkan keinginan untuk tidur, menyebabkan kebodohan dan menurunnya kemampuan berpikir, lemahnya semangat, serta malasnya badan. Ini belum termasuk makruhnya banyak makan dari tinjauan syariat dan timbulnya penyakit jasmani yang membahayakan.”
BANYAK TIDUR
Adalah efek dari BANYAK MAKAN dan BANYAK MINUM. Banyak tidur sebab utama lembek hatinya, menyebabkan hatinya turut mengantuk, kegiatan hilang, semangat mengendur, karena beban jadi berat. Orang yang demikian hidupnya akan merasa NYAMAN dan SANTAI sehingga TERLENA dan dapat menyebabkan matinya pemikiran,lambat, malas dan menghindar dari persoalan serta meninggalkan tanggung jawab dan kewajiban diri.
Dalam Al Quran Allah menggambarkan orang-orang yang berIMAN:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan "(QS. As-Sajdah:16)
كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَo
وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون o
"Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam, Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar." (QS adz-Dzaariyaat:17-18)
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-.
PEMALAS
Aadalah rentetan dari dari akibat BANYAK MAKAN dan BANYAK TIDUR. Padahal tugas kita di DUNIA adalah untuk BEKERJA/BERMAL dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. BEKERJA/BERAMAL dalam berIBADAH dan memberikan MANFAAT kepada orang lain.
”Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS At Taubah :105)
”(Dia Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (pekerjaannya). Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk :2)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN, kecuali orang-orang yang berIMAN dan MENGERJAKAN kebaikan dan NASEHAT MENASEHATI supaya mentaati KEBENARAN dan nasehat menasehati supaya menetapi KESABARAN.” (QS 103:1-3)
LEMAH KEYAKINAN
Adalah rentetan akibat BANYAK MAKAN ,BANYAK TIDUR, dan MALAS dalam BERAMAL / BEKERJA.
Orang yang demikian pasti akan terlena dan menganggap FATAMORGANA DUNIA sebagai KENYATAAN yang harus DINIKMATI SEPUAS-PUASNYA dan menganggap kehidupan AKHIRAT adalah hal yang TIDAK NYATA dan TIDAK PASTI serta TIDAK JELAS KEBENARANNYA.
Orang yang demikian melihat KESUKSESAN adalah KEBERHASILAN DUNIA (Harta yang berlimaph, Rumah yang megah, Isteri yang cantik, anak yang banyak dsb) dan menganggap bodoh dan merugi orang-orang yang beriman, karena Orang yang beriman ”kurang” menikmati DUNIA yang hartanya banyak dipersiapkan untuk negeri akhirat dan sederhana di dunia dan waktunya banyak (siang dan malam) untuk beribadah kepada Allah.
Orang yang demikian merasa PUAS (RIDLO) dengan kehidupan DUNIA, mereka merasa TENANG dan TENTERAM di dalamnya sehingga tidak lagi mengharapkan KEBAHAGIAAN di negeri AKHIRAT dan PERJUMPAAN dengan TUHANnya.
Orang-orang yang demikian telah TERLENA dan TERTIPU dengan kehidupan DUNIA, sehingga mereka meLALAIkan AYAT-AYAT Allah baik ayat-ayat QAULIYAH (Al Quran) ataupun ayat-ayat KAUNIYAH (Kejadian dan alam ciptaan Allah)
Orang-orang yang demikian HANYA berDO’A dan BEKERJA untuk KEBAIKAN kehidupan DUNIA saja (Berdoa dan bekerja agar BISNISnya SUKSES, agar diberi mobil dan rumah baru dsb) tanpa pernah memohon berDO’A dan BEKERJA untuk KEBAIKAN di AKHIRAT maka karena USAHAnya itulah akhirnya mereka masuk ke dalam NERAKA. Na’udzubillaahi min dzaalik.
Maha benar Firma Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :
“Sesungguhnya orang-orang yang TIDAK MENGHARAPKAN PERTEMUAN dengan Kami, dan merasa PUAS dengan kehidupan dunia serta merasa TENTERAM dengan kehidupan itu dan orang-orang yang meLALAIkan AYAT-AYAT Kami, mereka itu tempatnya ialah NERAKA, disebabkan apa yang SELALU mereka KERJAKAN. Sesungguhnya orang-orang yang berIMAN dan MENGERJAKAN ’KEBAIKAN/KESHALEHAN’, mereka diberi PETUNJUK oleh Tuhan mereka karena keIMANannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam SURGA yang penuh keni`matan.”
(QS Yunus :7-9)
”Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah HAJImu, maka berDZIKIRlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berDZIKIRlah lebih banyak dari itu.
Maka di antara manusia ada orang yang berDO’A: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di DUNIA", dan TIADALAH baginya bahagian (yang menyenangkan) di AKHIRAT.
Dan di antara mereka ada orang yang berDO’A: "Ya Tuhan kami, berilah kami KEBAIKAN di DUNIA dan KEBAIKAN di AKHIRAT dan PELIHARALAH kami dari siksa NERAKA". Mereka itulah orang-orang yang MENDAPAT bahagian dari apa yang mereka USAHAkan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS 2:200-202)
”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk ISI neraka JAHANAM kebanyakan dari JIN dan MANUSIA,
mereka mempunyai HATI, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai MATA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MELIHAT (tanda-tanda kekuasaan Allah),
dan mereka mempunyai TELINGA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MENDENGAR(ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka LEBIH SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang LALAI.”
(QS 7:179)
Itulah mengapa kebanyakan penghuni surga adalah orang miskin dan lemah, karena dengan kemiskinannya di dunia mereka bersabar untuk mendapatkan dengan sungguh KEKAYAAN negeri AKHIRAT.
Rasulullah Saw bersabda:
"Aku telah melihat-lihat Surga.Aku menemukan Surga kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin dan
Aku telah melihat Neraka. Aku menemukan Neraka kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." (HR. Bukhari)
Wallahu a’lam bishshowab
Semoga bermanfaat
O.F.A
Selamat Jalan, Said
Akhirnya lelaki kuat itu pergi untuk selamannya. Padahal baru beberapa bulan saya membaca kegigihan hatinya setelah membaca majalah Hidayatullah. Adalah Muhammad Said, lelaki miskin dunia tapi kaya akhirat. Ia pergi meninggal karena derita gagal ginjal yang telah 3 tahun membuatnya tak bisa bergerak lincah. Ia pergi meninggalkan seorang istri dan seorang anak mungil berumur 1 tahun.
Pada hari lebaran, dia ke rumah bercerita seperti biasa seolah tak ada penyakit menggerogoti tubuhnya. Suaranya tetap lantang terdengar, seperti saat ia mengajari anak-anak mengaji. Namun saat melihat kulitnya yang hitam legam dengan kulit yang kering, nampak bahwa dia adalah seorang berpenyakit gagal ginjal yang mengharuskannya harus cuci darah setiap minggu. Dan ia pun melewati itu semua dengan tabah. Laksana seorang nabi Ayyub yang menganggap penyakitnya sebagai kekuatan jalan ibadah.
Kini, Said telah pergi. Sebatang tongkatnya yang selama ini setia membawanya kemana-mana masih tersisa. Dia meninggalkan kefanaan menuju keabadian. Rekening Bank yang pernah dibuka untuk membantu meringankan bebeannya juga telah ditutup.
Selamat Jalan, Muhammad Said... semoga cita-citamu membangun insan yang cerdas batin segera terwujud... amin
Pada hari lebaran, dia ke rumah bercerita seperti biasa seolah tak ada penyakit menggerogoti tubuhnya. Suaranya tetap lantang terdengar, seperti saat ia mengajari anak-anak mengaji. Namun saat melihat kulitnya yang hitam legam dengan kulit yang kering, nampak bahwa dia adalah seorang berpenyakit gagal ginjal yang mengharuskannya harus cuci darah setiap minggu. Dan ia pun melewati itu semua dengan tabah. Laksana seorang nabi Ayyub yang menganggap penyakitnya sebagai kekuatan jalan ibadah.
Kini, Said telah pergi. Sebatang tongkatnya yang selama ini setia membawanya kemana-mana masih tersisa. Dia meninggalkan kefanaan menuju keabadian. Rekening Bank yang pernah dibuka untuk membantu meringankan bebeannya juga telah ditutup.
Selamat Jalan, Muhammad Said... semoga cita-citamu membangun insan yang cerdas batin segera terwujud... amin
Langganan:
Postingan (Atom)











