Minggu, 10 Oktober 2010

Lima Skandal Seks Terbesar Bintang Asia

VIVAnews - Skandal seks selalu menjadi pemberitaan 'panas'. Apalagi jika pelakunya adalah figur publik yang cukup dikenal. Kasus penyebaran video seks selebriti atau orang terkenal bisa dipastikan menjadi kasus besar. Apalagi jika terjadi di negara-negara Asia yang menganut adat ketimuran dan cenderung konservatif.

Tak hanya skandal video syur Cut Tari dengan seorang pria yang diduga Ariel yang lama menjadi perbincangan 'panas', berikut ini lima kasus lainnya tentang penyebaran video dan gambar vulgar di berbagai negara di asia.
2. Filipina
Pelaku : Katrina Halili
, aktris yang pernah masuk dalam daftar "FHM Philippines Sexiest Woman" pada 2006 dan 2007.
Katrina Halili

Kasus : Pada 2008, video seks Halili dan Hayden Kho Jr (seorang dokter yang menjadi model dan aktor) beredar di internet dan dijajakan oleh penjual DVD bajakan. Penyebarannya sangat cepat. Dalam video tersebut juga terlihat Kho dengan wanita lain. Halili mengatakan video tersebut dibuat tanpa sepengetahuannya. Ia pun mengungkap kalau merasa bersalah telah jatuh cinta pada Kho.

Penyelesaian : Adu pendapat pun terjadi. Pihak berwenang melakukan penyelidikan dan Hayden kehilangan lisensi medisnya. Ibu Hayden juga menuduh Halili menggunakan obat-obatan. Halili pun membalas dendam dengan menyampaikan keluhan pada "Professional Regulation Commission" untuk mencabut izin praktek kedokteran Hayden.

Alasan yang diungkapkannya karena melakukan perzinahan serta perbuatan tidak terhormat dan tidak etis. Hayden pun dihentikan izin prakteknya sebagai dokter selama satu tahun oleh Asosiasi Medis Filipina karena dianggap menodai profesi.
1. Jepang
Pelaku : Anya Ayoung-Chee
, Miss Trinidad dan Tobago 200, Hiroko Mima, Miss Japan 2008 (spekulasi).
Anya Ayoung-Chee

Kasus : Sekandal ini cukup ramai dibahas di media-media Jepang. Sebuah video seks yang berisi tiga orang muncul di internet. Media Jepang berspekulasi bahwa pelakunya adalah kontestan Miss Universe Jepang, Miss "T and T" serta  dan fotografer, Wyatt Galery. Tetapi, hanya beberapa saja yang benar dari spekulasi tersebut, yaitu pelakunya bukan Hiroko Mima tetapi memang wajahnya mirip.

Penyelesaian : Galery pun bercerita kepada TMZ secara ekslusif. Ia menduga rekaman itu bocor setelah sebuah toko komputer di Trinidad membawa laptop untuk perbaikan. Dia juga berencana untuk mengadili orang-orang yang terus mendistribusikan video itu, meskipun banyak juga muncul di internet.
 
5. Taiwan
Pelaku : Chu Mei-feng, Wanita Politisi Taiwan
Chu Mei-feng

Kasus: Pada 2001, teman Chu Mei-feng yang cemburu padanya, Kuo Yu-ling, memasang kamera lubang jarum di kamar tidur Chu. Dalam kamera tersebut terekam adegan vulgar Chu dengan kekasihnya yang sudah menikah, Tseng Chung-ming. Ling kemudian menyebarkannya di media. VCD berisi rekaman adegan tersebut pun beredar secara cepat.

Penyelesaian: Chu mengundurkan diri sebagai Kepala Departeman Budaya Kota Hsinchu, dan mengumumkan bahwa ia akan keluar dari kehidupan publik. Dia kemudian berpikir lebih baik dan menuangkan pengalamannya dalam bentuk buku biografi dan muncul dalam pementasan konser di Singapura pada 2002.

Dia sekarang menjadi pembawa acara di Macau Asia Satellite Television. Mantan sahabatnya, Ling, dihukum empat tahun karena melanggar undang-undang privasi, merusak moralitas publik, serta pencurian dan pemalsuan.

4. Hong Kong
Pelaku : Artis hip-hop, Edison Chen
Edison Chen

Kasus: Pada 2008, beredar 1.300 foto vulgar Chen dengan setidaknya enam selebriti di internet. Antara lain, penyanyi, Gillian Chung; bintang film, Cecilia Cheung; model, Bobo Chan; dan kekasihnya, Vincy Yeung. Hal itu terjadi setelah ia membawa hard disk ke tempat perbaikan komputer.

Penyelesaian : Chen, diburu oleh polisi Hong Kong dan menjadi bulan-bulanan media. Ia melarikan diri ke Amerika Serikat dan mengumumkan bahwa akan menempatkan kariernya di dunia hiburan terus 'tanpa batas'.

Beberapa waktu kemudian ia kembali ke Hong Kong dan membintangi film 'The Sniper'. Ia pun kembali menjadi berita ketika melakukan wawancara ekslusif dengan CNN.

3. Vietnam
Pelaku : Bintang remaja, Hoang Thuy Linh
Hoang Thuy Linh

Kasus : Sebuah video dengan gambar sedikit blur, memperlihatkan Thuy Linh, 19 tahun, sedang melakukan hubungan seksual dengan mantan pacarnya. Video yang beredar pada 2007 itu, sangat mengejutkan para penggemarnya, bahkan seluruh negara, karena Vietnam termasuk negara yang sangat konservatif. Kasus tersebut bisa dikatakan 'skandal seks' terbesar dalam sejarah Vietnam.

Penyelesaian : Kritik dan kecaman terus ditujukan pada Hoang Thuy Linh. Linh pun meminta maaf kepada publik Vietnam di televisi. "Aku membuat kesalahan, kesalahan yang sangat besar. Aku meminta maaf kepada semuanya, orangtua, guru, dan teman-teman," kata Linh, seperti dikutip dari cnngo.com.

Tetapi, skandal itu tidak membuat karirnya hancur. Justru ia membuat citra buruknya menjadi kesempatan dalam berkarier. Ia mengganti citranya dari anak manis menjadi gadis seksi. Saat ini tawaran untuk pagelaran busana, acara televisi, dan iklan pun berd

Sabtu, 09 Oktober 2010

MATI.....

Sahabat... Kamu pernah membayangkan, bagaimana mati itu? Atau kamu memang takut membayangkannya.
Setidaknya ada beberapa renungan untuk menjawab keingintahuan kita tentang mati, dan bagaimana kita setelah mati? Ada beberapa renungan yang saya kutip dari berbagai sumber setidaknya bisa mendekatkan kita pada kematian sehingga kita lebih siap menerima Mati.

Mati adalah berpisahnya roh dengan jasad untuk sementara waktu yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t .
Mati adalah bentuk seni yang maha halus dan ghaib yang paling hampir dengan kita, yang mana kita sedang menunggunya yang entah bila datangnya.
Sabdha Nabi saw:
“Maut itu adalah perkara ghaib yang paling hampir yang sedang ditunggu”.
Hakikat mati bukan bererti ketiadaan semata-mata atau kehancuran keseluruhan dan kehilangan sepenuhnya. Tetapi masih ada hubungannya selepas itu.

Mati ialah terputusnya hubungan roh dengan jasad lahir dan batin, perpisahan di antara kedua-duanya, pertukaran dari satu keadaan kepada keadaan lain.

Dr Sidi Gazalba menyatakan: "kematian ialah terhentinya jasmani berfungsi, yakni nafas, jalan darah, gerak, fikiran, perasaan dan tenaga"

Kematian adalah batas sempurnanya roh (jiwa) dalam hidup makhluk. Maut berarti menghilangkan seluruh daya, selama roh itu berada dalam genggaman Allah.
Maut adalah penyempurnaan dua hal, yaitu penyempurnaan yang secara hakiki, yaitu mati dan penyempurnaan tidur (tidak sempurna) kerana tidur itu hakikatnya adalah mati juga.

Mati berbeda dengan tidur, kerana tidur adalah terputusnya roh sementara dengan hubungan lahiriah.

Allah berfirman, (yang maksudnya): “Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya)” (Surah az-Zumar, ayat 42).

Pada umumnya manusia menganggap kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Namun kehidupan yang sebenarnya adalah di alam barzakh hanya diketahui oleh Allah. melalui nas al-Quran dan hadis, manusia telah diberi peringatan agar bersedia menjalani mati dengan memperbanyak amalan kebajikan dan menjauhi kemungkaran agar terjamin keselamatannya kelak.

Mereka bertanya kepadamua tentang ruh, jawablah olehmu :
"Ruh itu urusan Tuhanmu, dan Aku tidak akan memberikan ilmu tentang ruh itu kecuali sedikit saja"
(QS., Al Isra:85)

Sampai saat ini permasalahan RUH masih menjadi misteri, dan memang Allah tidak memberi ilmu tentang RUH kecuali sedikit saja.

Tapi, ilmu yang sdikit inipun apakah kita sudah mengetahuinya?
Untuk itu marilah kita belajar bersama tentang RUH dari sebuah hadits
dari Al-Bara' bin 'Azib, dia berkata:

Kami keluar bersama Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa Salam (mengantarkan) jenazah seorang laki-laki Anshar. Kemudian kami sampai di kuburan, tetapi belum dibuatkan liang lahd (Celah yang ada pada kiblat kubur sebagai tempat mayit.). Maka Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa Salam duduk, dan kami duduk di sekitar beliau. Seolah-olah di atas kepala kami hinggap burung (maksudnya diam seperti ada burung di kepala saat penguburan, jadi tidak mengeraskan dzikir-dzikir, dan tahlil apalagi ngobrol). Ditangan beliau terdapat kayu yang beliau pukulkan ketanah sampai berbekas.

Lalu beliau mengangkat kepalanya, kemudian bersabda:
"Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!" -dua kali atau tiga kali-

...... PROSES KELUARNYA RUH ORANG MUKMIN

Kemudian Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa Salam bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba yang MUKMIN, saat akan meninggalkan dunia
dan menuju akhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat dari langit, wajah -wajah mereka PUTIH,  wajah-wajah mereka seolah-olah MATAHARI. Mereka membawa kafan dari kafan-kafan SORGA, dan HANUTH (minyak wangi )dari sorga. Sehingga para malaikat itu duduk dari hamba yang mukmin itu sejauh mata memandang.

Dan datanglah malakul maut 'alaihis salam (Banyak orang menamakannya Izra'il, namun itu tidak ada dalilnya) sehingga dia duduk dekat kepalanya, lalu berkata:  "Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang baik, keluarlah menuju AMPUNAN Allah dan KERIDHAAN-Nya!".
Maka nyawa itupun keluar, ia mengalir sebagaimana tetesan AIR mengalir dari mulut QIRBAH (wadah untuk menyimpan air yang terbuat dari kulit), lalu malakul maut itu memegangnya.

Setelah malakul maut itu memegangnya, mereka (para malaikat yang berwajah putih itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata di tangannya,  mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada kafan sorga itu.  Dan keluarlah darinya bau minyak WANGI MISK yang paling wangi yang tidak dapati di atas bumi.

Kemudian mereka naik membawa nyawa tersebut. Tidaklah mereka melewati
sekelompok para malaikat, kecuali sekelompok malaikat itu bertanya:
"Ruh siapakah yang BAIK ini?".

Mereka menjawab:"Si Fulan anak Si Fulan", dengan nama TERBAIK yang dia dahulu diberi nama di dunia.

Sehingga mereka membawa nyawa itu sampai ke langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan untuk nyawa tersebut. Maka langit dunia dibukakan untuknya.

Kemudian para penghuni pada tiap-tiap langit mengiringi nyawa itu
sampai ke langit yang selanjutnya. Sehingga membawa nyawa itu
berakhir ke langit yang ke tujuh. Lalu Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
"Tulislah kitab (catatan) hambaku di dalam surga 'ILIYYIN , dan kembalikanlah  dia ke bumi. Karena sesungguhnya dari bumi Kami telah menciptakan mereka, dan darinya Kami akan mengeluarkan mereka, pada waktu yang lain."
Maka ruhnya DIKEMBALIKAN di dalam jasadnya.

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya:

# Kedua malaikat itu bertanya:"Siapakah Rabbmu?"
# Dia menjawab:"Rabbku adalah Allah".
# Kedua malaikat itu bertanya:"Apakah agamamu?"
# Dia menjawab:"Agamaku adalah Al-Islam".
# Kedua malaikat itu bertanya:"Siapakah laki-laki yang telah diutus
kepada kamu ini?"
# Dia menjawab:"Beliau Rasul (utusan) Allah".
# Kedua malaikat itu bertanya:"Apakah ilmumu?"
# Dia menjawab:"Aku membaca kitab Allah, aku mengimaninya dan
membenarkannya".

Maka seorang penyeru dari langit berseru:
"HambaKu telah berrkata benar, berilah dia hamparan dari sorga,
(dan berilah dia pakaian dari sorga) , bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga."

Maka datanglah kepadanya bau SORGA dan wanginya SORGA. Dan DILUASKAN
baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang.

Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian
bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan:
"Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan(kebaikan)".


Maka ruh orang mukmin itu bertanya kepadanya:
"Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?"

Dia menjawab: "Aku adalah AMALmu yang SHALIH".

Maka ruh itu berkata:
" Ya Rabbku tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali
kepada istri dan hartaku".


PROSES KELUARNYA RUH ORANG KAFIR

Dan sesungguhnya seorang hamba yang KAFIR, pada saat akan meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat yang memiliki wajah-wajah HITAM.

Mereka membawa sebuah kain-kain kafan yang buruk dan kasar dari RAMBUT, sehingga duduk darinya sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malakul maut, sehingga dia duduk di dekat
kepalanya, lalu berkata:
"Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang jahat, keluarlah menuju KEMURKAAN Allah  dan KEMARAHANNYA!".


Maka nyawa itupun BERCERAI BERAI di dalam jasadnya. Maka malakul maut
mencabutnya, sebagaimana dicabutnya SAFFUD (Gancu; besi-besi bercabang yang dibengkokkan ujungnya) dari wol yang basah. Lalu malakul maut itu memegangnya.

Setelah malakul maut memegangnya, mereka (para malaikat yang berwajah
hitam itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata- di tangannya,
sehingga mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada kain kafan kasar dari rambut itu. Dan keluarlah darinya bau seperti BANGKAI yang PALING BUSUK yang didapati di atas bumi.

Kemudian mereka naik membawa nyawa tersebut. Tidaklah mereka melewati
sekelompok para malaikat kecuali sekelompok para malaikat itu
bertanya: "Ruh siapakah yang jahat ini?".

Mereka menjawab:"Si Fulan anak si Fulan", dengan nama TERBURUK yang dia dahulu diberi nama di dunia.

Kemudian minta dibukakan, tetapi langit di dunia TIDAK DIBUKAKAN
untuknya. Kemudian Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa Salam, membaca:

"Sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak
(pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum."
(QS.
Al A'raf:40)

Lalu Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
"Tulislah kitab (catatan) hambaku di dalam SIJJIIN (penjara dan tempat yang sempit.) " di bumi yang bawah, kemudian nyawanya DILEMPAR dengan KERAS.

Kemudian Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa Salam membaca:

"Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia
seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin  ke tempat yang jauh."
(QS: Al Hajj:31)

Kemudian ruhnya DIKEMBALIKAN di dalam jasadnya. Dan dua malaikat
mendatanginya dan mendudukkannya:

# Kedua malaikat itu bertanya:"Siapakah Rabbmu?"
# Dia menjawab:"Hah, hah, aku tidak tahu".
# Kedua malaikat itu bertanya:"Apakah agamamu?"
# Dia menjawab:"Hah, hah, aku tidak tahu".
# Kedua malaikat itu bertanya:"Siapakah laki-laki yang telah diutus
kepada kamu ini?"
# Dia menjawab:"Hah, hah, aku tidak tahu".

Maka seorang penyeru dari langit berseru: "Hambaku telah (berkata)
dusta, berilah dia hamparan dari NERAKA, dan bukakanlah sebuah pintu
untuknya ke NERAKA".


Maka datanglah kepadanya panasnya NERAKA dan asapnya. Dan kuburnya
DISEMPITKAN atasnya, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.

Dan datanglah seorang laki-laki berwajah BURUK kepadanya berpakaian
BURUK, beraroma BUSUK, lalu mengatakan:
"Terimalah kabar dengan apa yang menyusahkanmu, inilah harimu yang
Engkau telah dijanjikan (keburukan)".


Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya:
"Siapakah Engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?"

Dia menjawab:"Aku adalah AMALmu yang BURUK".

Maka ruh itu berkata: "Rabbku, janganlah engkau tegakkan hari kiamat".

(HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam Ahkamul Janaiz dan Shahih Al-Jami' no:1672)

dikutip dari : http://evisyari.wordpress.com
http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/bagaimanakah-manusia-mati

Rabu, 06 Oktober 2010

Pesan Untuk Hidup

Sahabat,,
Dalam hidup ini banyak sekali rintangan dan kendala yang kita hadapi. Namun sebenarnya itu adalah ujian terhadap keyakinan kita untuk meraih tujuan. Terkadang kita lemah dan putus asa. Padahal sifat ini adalah kekalahan terbesar yang kita alami jika kita melemah dan putus asa. Tuhan, menganggap ini sikap yang negatif dan menjadi sesuatu yang buruk.

Ada banyak dalili yang berhubungan dengan keyakinan, yakni:

“Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21:35)

“Hai orang-orang yang berIMAN, jika kamu berTAQWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAN ( PEMBEDA ) dan mengHAPUSkan segala kesSALAHan-keSALAHanmu dan mengAMPUNi dosa-dosa mu. Dan Allah mempunyai KARUNIA yang besar.” (QS 8:29)

“Hai orang-orang yang berIMAN, berTAQWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT-Nya kepadamu DUA bagian (dunia dan akhirat), dan menjadikan untukmu NUR ( CAHAYA) yang dengan CAHAYA itu kamu berjalan dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 57:28)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi WALI-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku SUKAi seperti bila ia melakukan yang FARDLU yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan SUNNAH hingga Aku menCINTAinya. Jika Aku telah menCINTAinya, maka jadilah Aku sebagai penDENGARannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai pengLIHATannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai TANGANnya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai KAKInya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meMOHON sesuatu kepada-Ku, pasti Aku MENGABULKANnya dan jika ia memohon perLINDUNGan, pasti akan Aku berikan kepadanya." [HR.Bukhari no. 6502]

“Barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya JALAN KELUAR (dari MASALAH) dan akan memberinya RIZQI dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang berTAWAKKAL kepada Allah niscaya Allah akan menCUKUPkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. “ (QS 65:2-3)

“Dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya keMUDAHan dalam urusannya.” (QS 65:4)

“Seandainya penduduk suatu negeri berIMAN dan berTAQWA pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keBERKAHan dari langit dan dari bumi, akan tetapi mereka menDUSTAkan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami SIKSA mereka disebabkan perbuatannya.”. (QS 7: 96)

“Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengHAPUS keSALAHan-keSALAHannya dan akan meLIPATGANDAkan PAHALA baginya.” (QS 65:5)

Jika Ikhlas Memberi 1, maka akan Menerima 10

Sahabat...
Tak ada rumus ilmu pengetahuan, logika atau asumsi matematis yang menerima Jika kita Memberi 1, maka akan Menerima 10. Jika itu pun menggunakan ekonometric juga sulit menjelaskannya. Seperti itulah saya mengalami kebingungan ketika Reza Pandu Batara, si anak TK ini yang ujuk-ujuk bertanya: "Kenapa sih, kita mengurangi 1, kok bisa bertambah 10?"

Pertanyaan itu meluncur saja dari bibirnya ketika saya mulai menjalankan kendaraan meninggalkan pengemis tua di trotoar jalan. Namun, ini hanyalah pemicu, setelah semalam saya menceritakan padanya tentang keikhlasan dalam memberi. Kisah itu adalah tentang keikhlasan Abu Thalib dalam memberikan delima kepada orang lain sementara istrinya, fatimah Az-Zahra' juga sangat membutuhkannya.

"Pengemis tadi diberikan uang Rp 5000,-, jadi nanti Tuhan memberikan Lima puluh ribu," ujar Reza, sambil menghitung jari-jari tangannya dengan susah payah.

Saya tersenyum. Bingung menjelaskan ketakmengertiannya. Namun, saya sepulang sekolah, saya menceritakan lagi kisah Delima Abu Thalib.

Simak saja kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib ketika Istrinya Fatimah Az-Zahra', yang sedang sakit menginginkan Buah Delima

"Siti Fatimah r.a menderita sakit, maka datanglah Ali ke rumahnya, kemudian berkata:"Ya Fatimah, apakah yang engkau inginkan dari makanan di dunia ini?"

Fatimah menjawab: "Ya Ali, saya ingin buah delima."

Maka Ali berfikir sejenak, kerana ia tak ada uang sepersenpun. Dia pun berdiri serta pergi ke pasar mencari pinjaman uang satu dirham yang lalu dibelikan sebuah delima untuk istrinya Fatimah
Di dalam perjalanan, dia melihat seorang tua yang menderita sakit, ibarat orang terbuang di jalan, maka Ali berhenti dan bertanya kepadanya:"Wahai hamba Allah, apakah yang engkau inginkan?"

Orang tua itu berkata: "Ya Ali, sudah lima hari saya di sini ibarat orang terbuang belum ada sesuatupun yang bisa saya makan dan telah banyak orang yang lalu dan tidak seorang pun yang memalingkan mukanya kepada saya dan saya inginkan buah delima yang kau bawa itu ."

Maka Ali berfikir sejenak, dalam hatinya berkata:"Saya hanya membeli sebuah delima untuk Fatimah, seandainya delima ini saya berikan seluruhnya kepada peminta-minta ini maka Fatimah tidak mendapat bahagian. Tetapi kalau orang tua ini tidak saya beri telah menyalahi firman Allah Taala:
'Adapun orang yang meminta-minta, jangan lah engkau herdik'


Dan Nabi s.a.w juga telah bersabda:
'Janganlah kamu sekalian menolak orang yang meminta-minta, meskipun dia itu di atas kuda'
(Al-Hadith)

Maka Ali lalu memberikan Buah Delima itu kepadanya . Seketika itu juga dia sembuh, dan serentak itu pula Siti Fatimah r.a (yang berada di rumah) juga sembuh dan tidak menginginkan lagi buah delima.

Ali pun lalu pulang, dan sesampai di rumah dia berasa malu. Tatkala Fatimah melihatnya, maka dia segera berdiri tersenyum menyambutnya serta merangkulnya lalu mendakapnya ke dadanya seraya berkata:

Mengapa engkau bersedih hati wahai suamiku? Demi keperkasaan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya tatkala engkau memberikan delima itu kepada orang tua tersebut, maka hilanglah keinginan ku kepada buah delima."

Maka Ali gembira dengan kata-katanya istrinya itu. Tiba-tiba datanglah seseorang mengetuk pintu. Tanya Ali:
"Siapa ya ?"
Jawab orang itu:
"Saya Salman Al-Farisi, tolong, bukakan pintu!"
Ali berdiri dan membukakan pintu, dan dia melihat Salman Al-Farisi di tangannya memegang talam yang tertutup di bahagian atasnya, serta meletakkanya di hadapan Ali.
Kata Ali:
"Dari manakah ini, ya Salman?"
Jawab Salman: "Dari Allah kepada Rasul dan dari Rasul kepada engkau."

Maka Ali membuka tutup talam itu, ternyata di dalamnya terdapat sembilan buah delima. Maka Ali berkata lagi:
"Ya Salman, kalau ini untuk saya tentunya harus sepuluh, berdasarkan firman Allah Ta'ala: 'Barangsiapa mangerjakan satu kebajikan, maka baginya sepuluh balasan yang sepadan'

Salman al-Farisi tertawa sambil mengeluarkan sebiji delima dari dalam saku bajunya dan meletakkannya di talam seraya berkata:
"Ya Ali, demi Allah sesungguhnya delima itu sebanyak sepuluh akan tetapi saya ingin menguji kecerdasanmu"

Tak ada satupun kebajikan yang kita lakukan yang takkan terbalas, karena semua janji Allah senantiasa Dia tepati, Jangan tunda berbuat kebajikan sekecil apapun ketika diberi kemampuan untuk melakukan, lalu perhatikan apa yang akan diperbuat oleh Allah terhadap diri kita. Mari Abadikan yang tersisa dengan Sedekah . 
inilah yang dimaksud "Jika Ikhlas Memberi 1, maka akan Menerima 10"
http://herman-lilo.blogspot.com/

Jumat, 01 Oktober 2010

BERAKHIR DENGAN KEBAIKAN

SAHABAT...
Seperti biasa ketika hari Jum’at tiba para kaum lelaki berbondong-bondong menunaikan ibadah Sholat Jum’at ke Masjid, ketika itu ada seorang Sahabat sedang bergegas menuju ke Masjid, di tengah jalan berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntunnya, lalu sahabat ini dengan sabar dan penuh kasih membimbingnya hingga tiba di masjid.

Pada hari yang lain ketika waktu menjelang Shubuh dengan cuaca yang amat dingin, Sahabat tersebut hendak menunaikan Jama’ah Sholat Shubuh ke Masjid, tiba-tiba ditengah jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan, kebetulan Sahabat tadi membawa dua buah mantel, maka ia mencopot mantelnya yang lama untuk diberikan kepada lelaki tua tersebut dan mantelnya yang baru ia pakai.

Pernah juga pada suatu ketika Sahabat tersebut pulang ke rumah dalam keadaan sangat lapar, kemudian sang istri menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging, namun tiba-tiba ketika hendak memakan roti yang sudah siap santap untuk dimakan tadi datanglah seorang musafir yang sedang kelaparan mengetuk pintu meminta makan, akhirnya roti yang hendak beliau makan tersebut dipotong menjadi dua, yang sepotong diberikan kepada musafir dan yang sepotong lagi beliau memakannya.

Maka ketika Sahabat tersebut wafat, Rosulullah Muhammad SAW datang, seperti yang telah biasa dilakukan beliau ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.

Kemudian Rosulullah berkata,” Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”
Istrinya menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”
“Apa yang di katakannya?”
“Saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum wafat, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”
“Bagaimana bunyinya?” desak Rosulullah.
Istri yang setia itu menjawab, suami saya mengatakan “Andaikata lebih panjang lagi……andaikata yang masih baru..….andaikata semuanya…….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?”

Rosulullah tersenyum.”sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,”ujar beliau. Jadi begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan betapa luar biasanya pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “andaikan lebih panjang lagi”. Maksud suamimu, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya lebih besar lagi.

Ucapan lainnya ya Rosulullah?” tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab,”adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Coba andaikan yang masih baru yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”.Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,”Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba- tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu.

Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘ kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.

Sahabat ...
Orang yang BERAMAL BAIK saja dia MENYESAL di AKHIR HAYATNYA...
Bagaimanakah dengan orang yang selama hidupnya BERAMAL BURUK?
Dan janganlah kita MENYESAL karena amal baik kita kurang MAKSIMAL...
Maka marilah BERMUJAHADAH untuk beramal di pengujung bulan Ramadhan dengan lebih giat lagi
Seperti Rasulullah, di setiap 10 hari terakhir beliau lebih giat beribadah dengan beri'tikaf,
Menghidupkan malamnya untuk sholat, tilawah, berdzikir dan berdo'a
Bahkan beliau ber'tikaf 20 hari pada Ramadhan sebelum beliau wafat.

Sahabat ..
Itu Rasulullah yang maksum...
Bagaiamana dengan kita yang masih membutuhkan banyak amal...
Untuk memberatkan timbangan amal di 'Hari Pengadilan'...
Untuk menghapus dosa-dosa yang terus menggunung...

Marilah bergegas, tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat...
Perbanyak tilawah Al Quran, Dzikir setiap saat, Sholat Taraweh, bersedekah, memberi makan takjil dsb...
Karena Ramadhan adalah bulan OBRAL pahala,
Bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala
Karena kita semua tidak tahu apakah tahun depan masih bisa berjumpa Ramadhan kembali

Sahabat ...
Amal ibadah kita bukan untuk keperluan Allah...
Tetapi untuk kepentingan kita sendiri
Allah tidak membutuhkan peribadatan kita...
Kita yang membutuhkan ampunan dan rahmat-Nya
Agar kita selamat di akhirat nantinya...

Allah berfirman (yang artinya) : “Jika kamu BERBUAT BAIK (berarti) kamu berbuat baik BAGI DIRIMU SENDIRI dan jika kamu BERBUAT JAHAT, Maka (kejahatan) itu BAGI DIRIMU SENDIRI”. (Al-Isra:7)

http://gasa-storyofmylife.blogspot.com/

MANUSIA-MANUSIA MALAIKAT



Sahabat Indonesia yang diberkahi Allah SWT, ditengah-tengah kehidupan yang semakin kompetitif dan materialistic saat ini, hampir setiap kita tertuntut untuk berpacu ikut serta mengejar kekayaan tanpa kenal lelah kadang juga lupa waktu. Keinginan-keinginan kita mendominasi diri kita padahal kebutuhan kita untuk hidup ini sebenarnya tidak seberapa besar.

Di sebuah Desa Gendong Kec.Laren Kab.Lamongan Jawa Timur, adalah salah satu desa yang setiap tahun langganan tenggelam karena luapan Bengawan Solo. Disini ada sebuah Pesantren , PAUD dan sekolah SMP Swasta GRATIS 100%, total muridnya ada 225 anak yang didirikan oleh 15 orang Relawan = orang-orang yan tidak berharap besarnya gaji atau mempermaslahkan naik turunnya honor, niatnya hanya ingin punya prestasi disisi Allah. Dengan Gedung dan Fasilitas yang sangat minim hasil dari swadaya masyarakat setempat. Setelah sekian tahun berjalan apa yang terjadi ?

Lahirlah Generasi dan Masyarakat yang berkarakter, kejujuran dan kebersamaan dijunjung tinggi, tak ada yang buta huruf Al-Qur’an, Alumni dari SMP ini mempunyai keterampilan yang cukup dan yang paling menonjol pandai berbahasa Asing dan menjadi salah satu SMP terbaik di Kabupaten Lamongan.
Ternyata salah satu Alumni dari Lembaga ini, adalah Pendiri sebuah Pesantren Bahasa Asing di Pare Kediri, sehingga dihari libur panjang murid-murid yang akan naik kelas 3 dikirim ke Pare-Kediri selama 1 bulan di Camp di Pesantren Bahasa Asing tersebut, hasilnya sungguh sangat memuaskan. Dan yang paling menginspirasi adalah tidak kurang dari 300 generasi per tahun yang dilahirkan dari Camp ini dari berbagai Level.

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, ternyata mencetak dan melahirkan Generasi yang Terampil dan Berkakter yaitu Generasi Qur’ani Robbani tidak semata dengan Fasilitas yang Wah, tapi dibutuhkan adanya Manusia-Manusia Malaikat dan Alhamdulillah Manusia-Manusia Malaikat itu ternyata selalu ada disetiap Daerah, hanya saja diperlukan Fasilitator yang mampu mentriger kekuatan Manusia-Manusia Malaikat ini agar semakin dahsyat dan tersistem, kita bersama Rumah Yatim Indonesia telah memposisikan diri sebagai Fasilitator mereka.

Alhamdulillah telah ada 20 Tempat Kegiatan dibawah Rumah Yatim Indonesia yang dikelola oleh Manusia-Manusia Malaikat, bertittik tolak dari sini Rumah Yatim Indonesia mengajak para Sahabat semua untuk mengangkat MEGA PROYEK = MENCETAK 1 JUTA MANUSIA MALAIKAT dengan Konsep ” 1 RELWAN 10 GENERASI PER TAHUN ” dengan beberapa Program Ringan yang mendukung suksesnya Mega Proyek tersebut. Bagaimana kalkulasi dan penjelasannya ? insya Allah akan kita proyeksikan di note berikutnya.

” Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam ” ( Asy-Syuuro : 109 )

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya ”. ( Al-Furqon : 57 )

Rosulullah SAW juga sukses dalam membangun sebuah peradaban baru karena beliau adalah sosok Manusia Malaikat juga didukung oleh Sahabat-Sahabat setianya yang juga Manusia-Manusia Malaikat. Simak saja kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib ketika Istrinya Fatimah sakit sedang menginginkan Buah Delima


"Siti Fatimah r.a menderita sakit, maka datanglah Ali ke rumahnya, kemudian berkata:"Ya Fatimah, apakah yang engkau inginkan dari makanan di dunia ini?"

Fatimah menjawab: "Ya Ali, saya ingin buah delima."

Maka Ali berfikir sejenak, kerana ia tak ada uang sepersenpun. Dia pun berdiri serta pergi ke pasar mencari pinjaman uang satu dirham yang lalu dibelikan sebuah delima untuk istrinya Fatimah
Di dalam perjalanan, dia melihat seorang tua yang menderita sakit, ibarat orang terbuang di jalan, maka Ali berhenti dan bertanya kepadanya:"Wahai hamba Allah, apakah yang engkau inginkan?"

Orang tua itu berkata: "Ya Ali, sudah lima hari saya di sini ibarat orang terbuang belum ada sesuatupun yang bisa saya makan dan telah banyak orang yang lalu dan tidak seorang pun yang memalingkan mukanya kepada saya dan saya inginkan buah delima yang kau bawa itu ."

Maka Ali berfikir sejenak, dalam hatinya berkata:"Saya hanya membeli sebuah delima untuk Fatimah, seandainya delima ini saya berikan seluruhnya kepada peminta-minta ini maka Fatimah tidak mendapat bahagian. Tetapi kalau orang tua ini tidak saya beri telah menyalahi firman Allah Taala:
'Adapun orang yang meminta-minta, jangan lah engkau herdik'


Dan Nabi s.a.w juga telah bersabda:
'Janganlah kamu sekalian menolak orang yang meminta-minta, meskipun dia itu di atas kuda'
(Al-Hadith)

Maka Ali lalu memberikan Buah Delima itu kepadanya . Seketika itu juga dia sembuh, dan serentak itu pula Siti Fatimah r.a (yang berada di rumah) juga sembuh dan tidak menginginkan lagi buah delima.

Ali pun lalu pulang, dan sesampai di rumah dia berasa malu. Tatkala Fatimah melihatnya, maka dia segera berdiri tersenyum menyambutnya serta merangkulnya lalu mendakapnya ke dadanya seraya berkata:

Mengapa engkau bersedih hati wahai suamiku? Demi keperkasaan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya tatkala engkau memberikan delima itu kepada orang tua tersebut, maka hilanglah keinginan ku kepada buah delima."

Maka Ali gembira dengan kata-katanya istrinya itu. Tiba-tiba datanglah seseorang mengetuk pintu. Tanya Ali:
"Siapa ya ?"
Jawab orang itu:
"Saya Salman Al-Farisi, tolong, bukakan pintu!"
Ali berdiri dan membukakan pintu, dan dia melihat Salman Al-Farisi di tangannya memegang talam yang tertutup di bahagian atasnya, serta meletakkanya di hadapan Ali.
Kata Ali:
"Dari manakah ini, ya Salman?"
Jawab Salman: "Dari Allah kepada Rasul dan dari Rasul kepada engkau."

Maka Ali membuka tutup talam itu, ternyata di dalamnya terdapat sembilan buah delima. Maka Ali berkata lagi:
"Ya Salman, kalau ini untuk saya tentunya harus sepuluh, berdasarkan firman Allah Ta'ala: 'Barangsiapa mangerjakan satu kebajikan, maka baginya sepuluh balasan yang sepadan'

Salman al-Farisi tertawa sambil mengeluarkan sebiji delima dari dalam saku bajunya dan meletakkannya di talam seraya berkata:
"Ya Ali, demi Allah sesungguhnya delima itu sebanyak sepuluh akan tetapi saya ingin menguji kecerdasanmu"

Tak ada satupun kebajikan yang kita lakukan yang takkan terbalas, karena semua janji Allah senantiasa Dia tepati, Jangan tunda berbuat kebajikan sekecil apapun ketika diberi kemampuan untuk melakukan, lalu perhatikan apa yang akan diperbuat oleh Allah terhadap diri kita. Mari Abadikan yang tersisa dengan Sedekah