Senin, 09 Maret 2020

menulis

menulis itu seperti melukis di atas kanvas menuangkan ekspresi dengan berjuta warna mewartakan alam yang terserap masuk ke palung jiwa menuangkan jiwa menjawab pertanyaan alam menulis adalah merangkai anksara berbicara pada diri membaca batin menulislah tak peduli siapa pun yang membacanya atau tidak membacanya tapi tulisanmu telah membacanya sendiri https://vikialvionita.wordpress.com/2016/04/30/software-yang-digunakan-untuk-layout-buku/

Selasa, 03 September 2019

menghapus tulisan

Cara menghilangkan/menghapus tulisan Tampilkan Posting dengan Label di Blogspot Part 2 ~ Label dalam blogspot merupakan teknik mengkategorikan postingan kita di blog agar lebih teratur. Fitur ini banyak manfaatnya buat blog antara lain mempermudah kita dalam memetakan tulisan  dalam bentuk menu sehingga ketika kita klik secara otomatis tulisan yang sudah kita beri label tertentu akan tampil. Pada tampilan standar blog ketika kita membuka  salah satu label akan tampil tulisan “Tampilkan Posting dengan Label .... “ (bahasa Indoensia), Untuk lebih jelasnya berikut saya berikan contah gambar dimaksud.

Cara menghilangkan/menghapus tulisan Tampilkan Posting dengan Label di Blogspot Part 2

Tulisan diatas akan muncul setiap kali kita buka label atau kategori dan nama label yang muncul sesuai dengan nama label yang kita pilih. Bagaiamana cara menghilangkan tampilan tersebut???Cara kali ini bukan menghapus tapi hanya menyembunyikan saja.

Berikut caranya, silahkan ikuti langkah-langkah dibawah ini :
1. Login ke blogger. ke pengaturan template.
2. Selanjutnya ediit HTML dan cari kode ]]>
 gunakan Ctrl + F untuk mempermudah pencarian.
3. Kemudian letakkan kode dibawah ini, diatas ]]>
 .status-msg-wrap{
display:none;
}
.status-msg-body{
display:none;
}
.status-msg-border{
display:none;
}


4. Terakhir preview template, jika template berjalan dengan benar, baru Save. Selesai.

Silahkan lihat perubahannya dengan membuka label apakah masih ada atau tidak lagi,,,, 


Semoga bermanfaat...

Sabtu, 24 Agustus 2019

Impeachment

Di pertengahan tahun 2019, masyarakat tertuju pada gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jln. Oerip Sumoharjo atau jalan Reformasi. Apa gerangan yang terjadi di rumah politik itu?

Di sana sedang bergulir hak angket yang diarahkan ke jantung orang nomor satu, yakni gubernur Sulawesi Selatan. Hak angket membuka pintu masuk dari pemecatan seorang pejabat bernama Jumras.

Endding dari drama ini di ujung Agustus memutuskan rekomendasi pemakzulan gubernur Sulawesi Selatan ke Mahkamah. 

Tentu itu bukan hal aneh, tetapi rakyat Sulawesi Selatan juga sah jika terkaget mendengar berita ini. Dalam menguatkan fungsi pengawasan DPRD, maka UU 32 tahun 2004 Pasal 43, secara eskplisit menyatakan bahwa DPRD mempunyai Hak Interplasi, Angket dan menyatakan pendapat. 


Impeachment atau pamakzulan adalah pengawasan legislatif yang luar biasa (an extra ordinary legislative check) yang harus dibidik dari Aspek politis dan aspek hukum. Impeach ini adalah jalan pedang atau jalur politik (bukan jalur hukum) untuk memberhentikan presiden, gubernur, bupati dan walikota dari masa jabatannya. 


Strong Point proses pemakzulan kepala daerah tidak dapat dilakukan hanya karena persoalan-persoalan politis, pemazkulan hanya dapat dijalankan apabila kepala daerah melakukan pelanggaran hukum dan sumpah jabatan. Sejatinya usul pemberhentian dilakukan oleh DPRD namun harus berdasarkan pada putusan Mahkamah Agung, jadi mekanisme pemakzulan adalah proses hukum yang panjang dan rumit.


Dalam konteks ini Hak angket sendiri dapat dipahami sebagai pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD yang luar biasa (an extra ordinary legislative check) untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan negara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.


Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada kebijakan gubernur Nurdin Abdullah yang merugikan daerah dan masyarakat secara luas, yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan?


Sebaiknya kita membuka lagi definisi hukum otonomi daerah yang menegaskan penyelenggara pemerintahan daerah adalah pemerintah daerah (Gubernur, bupati/walikota) dan DPRD. DPRD berkedudukan sebagai unsur pemerintahan daerah, yang bersama-sama dengan kepala daerah membentuk dan membahas Perda dan APBD. Melihat konteks seperti ini, maka pola hubungan yang dikembangkan adalah kemitraan atau partnership. Kedua lembaga ini memiliki fungsi kordinatif atau dalam istilah hukum dikenal dengan istilah check and balance.



Dalam pola hubungan seperti ini, DPRD tidak dapat menjatuhkan kepala daerah sebagaimana hak angket terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah. Demikian pula sebaliknya kepala daerah tidak memiliki akses untuk membubarkan DPRD. Sebab perlu dipahami bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan Kepala Daerah telah melakukan pelanggaran hukum, kewenangan ini mutlak ada pada lembaga Yudikatif, dalam hal ini Mahkamah Agung.



Harmonisasi DPRD dan Kepala Daerah sebagai mitra kerja adalah prasyarat penting dalam membangun daerah. Hubungan kemitraan bukanlah bentuk persengkokolan antar lembaga yang bermuara pada kolusi dan nepotis. Kemitraan merupakan penjabaran dari sinergitas sesuai tanggung jawabnya masing-masing secara profesional. DPRD tetap berteguh pada fungsi Legislasi, anggaran dan pengawasan. Sedangkan kepala daerah memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.



Hubungan kemitraan pada realisasinya tidak hanya didasarkan pada peraturan-peraturan perundangan semata akan tetapi juga mengacu pada nilai dan budaya yang berkembang dalam budaya masyarakat lokal seperti ‘sipakatau’, sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis, saling menghargai, menghormati dan transparan tanpa harus mengorbankan sikap kritis dan sensitif dari DPRD.



Tabe. Ayo Bangun SulSel. Tidak perlu Berkelahi.


x


Kamis, 22 Agustus 2019

Selamat Idul Fitri


Indonesia Raya versi Bugis


Alien


permohonan sengketa informasi


Informasi Serta Merta

Informasi yang Wajib Diumumkan secara Sertamerta Menurut UU No. 14 Tahun 2008 Pasal 10
Badan Publik wajib mengumumkan secara sertamerta suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum.
Nah, informasi hoax yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat seperti kasus Asrama Papua di Surabaya, harus segera terklarifikasi dan dipublikasi secara berkeadilan kepada masyarakat.
Selama ini informasi serta merta hanya dilekatkan pada kebencanaan dan pristiwa ancaman fenomena alam.
Publik harus mendapatkan hak akes informasi publik yang berkeadilan. 


Bumi Manusia

Sekiranya masih ada beberapa orang yg keukeuh mempertentangkan antara pribumi dan stranger, mungkin sedang merasa saja merekalah yang punya bumi.
.
Mereka ini pada puncaknya akan memproklamirkan streotipe dan discrimination atas nama apa saja yang menempatkan diri mereka kuasa atas mayoritasnya.
.
Di WA grup masih sering menemukan Stereotipe yg dengan melabeling, judge atau penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan.
.
Perlakuan kolonialisme plus priyayi super feodal seolah terus beringkarnasi di dalam pikiran orang-orang pintar. Kiblat kemajuan seolah harus mengarah pada world view tertentu yang pada akhirnya egoisme merekalah yang harus dimenangkan.
.
Nyai Ontosoroh adalah simbol perlawanan sebuah kaum yg dihadirkan oleh Pramodya Ananta Toer sebagai kutukan atas dominasi. Berpadu dgn Minke yang mewakili anak muda terpelajar yang ilmunya digunakan untuk membela kemanusiaan. Ia mengabaikan jabatan yang diperoleh dengan kecurangan, memilih menetap pada bumi manusia dan permasalahannya tanpa menuntut disebut pribumi.
.
Yah, bumi ini adalah bumi bagi manusia siapa saja. Tidak ada yang lebih berhak memilikinya. Ini adalah bumi kita bersama
***

Frans Kaisiepo

:Frans Kaisiepo, adalah nama yang tidak erlalu populer diantara para nama pahlawan seperti Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro atau Jenderal Sudirman.
.
Tidak banyak yang tahu riwayat Kaisiepo. Dia, seorang terpelajar dari Tanah Papua. Ia menjadi tokoh penting dalam konferensi Malino. 
.
Sebelum menuju Malino, Kaisiepo menyusup ke penjara Hollandia, bertemu dengan gurunya, Soegoro Atmoprasodjo (seorang Digoelis, bekas tawanan di Boven Digoel, aktivis Taman Siswa). 
.
Di Malino, Kaisiepo berpidato lebih dari satu jam, dilansir oleh radio Makassar. Lewat Kaisiepo, kita diperkenalkan kata "Irian", yang berasal dari bahasa asli Biak, yang berarti "panas", yang diserap dari tradisi pelaut Biak. Para pelaut Biak yang hendak menuju Pulau Papua mengharapkan panas matahari untuk melenyapkan kabut yang menyelimuti daratan. Tapi para politisi itu, mempolitisir kata Irian, sebagai akronim ikut republik Indonesia anti Nederland. Bagi seorang Kaisiepo, sebagai seorang yang terpelajar menafsirkan: Irian adalah cahaya yang mengusir kegelapan.

Dalam pecahan uang kertas Rp 10.000-, wajah Kaisiepo muncul menghiasi dompet kita. Kehadirannya sangat berarti untuk meneruskan harapan sepanjang waktu ketika semua diukur dengan uang. 
.
Ketika muncul aksi demo di Sorong dan Manokwari (19/8/2019) sebagai respon penyerangan asrama Papua di Surabaya, terkenang kita akan Kaisiepo. Jiwa kejuangan dan kemerdekaan yang ada padanya perlu menjadi renungan dalam 74 tahun usia kemerdekaan.

Lelaki Bersarung Bugis

Lelaki bersarung bugis itu berdiri tegak di depan gerbang kemerdekaan
baginya darah dan nyawa berpadu menjadi benteng penjaga
tak gentar menghadapi musuh negeri 
tak pernah surut langkah ke belakang meski sejengkal

kemerdekaan adalah keharusan




Sabtu, 20 Juli 2019

Jangan Berhenti Bertanya

:Bertanya


;
"The important thing is not to stop question" kutipan Einsten ini yang saya curigai menjelma menjadi pribahasa "malu bertanya sesat di jalan".
;
Bertanya adalah key word pada hari pertama mengantar masuk sekolah. On start, hari ini tiba pembagian kelas untuk siswa SMU seusai melampaui Masa Orientasi Sekolah, termasuk di SMU 2 Makassar.
;
Asyik juga tetiba di sekolah ketemu dengan para orang tua siswa, apatah lagi tak dinyana ketemu beberapa teman kampus di masa lampau.
:
Di tengah rasa senang karena anak-anak berhasil masuk di sekolah impiannya, juga para wali siswa sibuk membentuk organisasi dadakan, paguyuban kelas. Pemilihan struktur pengurus dipilih dgn cepat dan demokratis tanpa debat kandidat. Visinya sama, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa yang dikemas dengan full day school.
:
Cerita mengalir, sampai pada kompetisi yang terbuka dlm masuk sekolah. Banyak diantaranya yang memuji bahwa seleksi sekolah sudah memangkas nepotisme. Keadilan pendidikan bisa dikecap oleh setiap lapisan, tidak ada lagi sekolah unggulan dengan berbagai iming-iming.
:
Yang getir adalah, kegelisahan para orang tua wali memandang nun jauh ke depan tentang masa yang akan dituju anak-anaknya. Tema ini menderas dalam grup besar paguyuban kelas. Dimaklumi karena saat ini kita mengalami lompatan besar yang tetiba mengubah pola laku generasi alpha yang bejurang dengan para orang tuanya di lintasan X-generation.
;
kita jangan lupa bahwa kekuatan terbesar yang paling bertenaga mendorong kesuksesan adalah motivasi yang bersumber dari diri sendiri. Bukan dari sekolah atau dari para motivator yang ramai sebagai pemandu sorak memaksakan semangat.
;
Dunia telah mencatat banyak nama yang menempati ruang istimewa bukan karena jebolan hebat dari sekolahnya. Nama-nama yang mencengankan dan mengubah wajah dunia seperti Thomas Alfa Edison, Albert Enstein, Bill Gates, John D. Rockefeller (bisnisman), Benjamin Franklin (politisi), Walt Disney (pengusaha hiburan), Kol. Sanders pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC), Putri Diana, Elton John (penyanyi), dan Harry Houdini (magician dunia) adalah diantaranya.
:
Thomas Edison mungkin yang paling terkenal dan produktif dengan lebih dari 1.000 paten dalam namanya, termasuk bola lampu listrik, phonograf, dan film kamera. Ia drop out dari sekolah setelah hanya tiga bulan pendidikan formal. Namun karyanya mengantar revolusi industry 2.0.
;
Bill Gates adalah salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Microsoft, ranking teratas orang terkaya di dunia untuk beberapa tahun. Gates drop out dari Harvard di tahun pertamanya kuliah.
;
Albert Einstein, yang terkenal dgn teori relativitas dan kontribusi kepada teori kuantum dan mekanika statistik, putus sekolah tinggi pada usia 15. Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan setahun kemudian, tetapi gagal dalam ujian masuk ke universitas bergengsi yaitu Federal Swiss Institute of Technology. Einstein cukup banyak memberikan motivasi dan inspirasi kepada dunia.
;
Pesan Einstein yang paling tajam adalah: "Belajar dari masa lalu, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok. Hal yang paling penting adalah jangan pernah berhenti bertanya".
;
Untuk hidup yang terus berjalan maju ini, kita tidak boleh berhenti belajar, atau setidaknya bertanya. Yah, Hal yang paling penting adalah jangan pernah berhenti bertanya.
"The important thing is not to stop question".
:

Herman Lilo: 20/7/2019

Selasa, 02 Juli 2019

Komisi Informasi Sulawesi Selatan





saat ini, kita sedang mengumpulkan niat baik yang sama, membangun rencana-rencana besar untuk komisi informasi SulSel yang bertenaga, memiliki daya dorong yang dahsyat terhadap keadilan atas informasi publik 🙏💪

CALON ANGGOTA KOMISI INFORMASI SULSEL




Rabu, 26 Juni 2019

Cara Memeriksa Foto Hoax

      Jika Anda peselancar dunia maya atau pengguna sosial media pasti sering mendapatkan aneka foto atau gambar bohong (hoax) membuat kira harus berhati-hati sebelum menyebarkan kabar tersebut. Kehati-hatian diperlukan agar kabar yang belum tentu benar tersebut tidak tersebar semakin luas.
Jika Anda serius pengguna sosial media pasti sangat terganggu pada saat aksi demonstrasi 22 Mei 2019 di kantor Bawaslu. Pasti ikut mengeluhkan tidak bisa mengirim foto dan video di aplikasi WhatsApp dan Facebook, dan akses Instagram. Ternyata, masalah itu bukan disebabkan tumbangnya server mereka, melainkan ada pembatasan yang dilakukan pemerintah terhadap fitur-fitur tersebut. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk membatasi sejumlah fitur di aplikasi media sosial dan pesan instan.
 Pembatasan dilakukan pada platform, fitur fitur medsos, dan messaging system baik download ataupun upload dalah upaya menghambat penyebaran hoax dan provokasi. Berbagai kajian terbukti penyebaran hoax dengan format file picture dan move picture serta grafis sangat mudah dipercayai oleh komunikan. Meskipun Kominfo memiliki mesin crawling AIS yang dapat mendeteksi konten-konten negatif secara langsung di situs dan media sosial, dan akan langsung menghapusnya. Tetapi untuk penyebaran konten negatif di aplikasi pesan sulit untuk dideteksi oleh mesin tersebut, apalagi WhatsApp yang menerapkan sistem keamanan end-to-end encryption.
Produksi hoax dan hate speech yang menggunakan transaksi elektronik memang tidak mudah dihentikan di alam keterbukaan informasi. Padahal sejak tahun 2008, pengaturan dan tata kelola informasi sudah ditetapkan dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kemudian UU No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Pelaku hoax atau hate speech selama proses pemilu tahun 2019 relatif banyak dengan melibatkan beberapa figur pesohor. Sebutlah misalnya Ratna S, Ahmad Dani, dan sebagainya. Prilaku pesohor dalam penyebaran hoax dan hate speech memang lebih efektif karena merupakan influencer yang banyak difollow atau mendapatkan suscribe. Mereka ini  digunkan dalam propaganda politik karena akan menimbulkan bandwagon efect yang lebih instant.

Pelaku hoax atau hate speech selama proses pemilu tahun 2019 relatif banyak dengan melibatkan beberapa figur pesohor. Sebutlah misalnya Ratna S, Ahmad Dani, dan sebagainya. Prilaku pesohor dalam penyebaran hoax dan hate speech memang lebih efektif karena merupakan influencer yang banyak difollow atau mendapatkan suscribe. Mereka ini  digunkan dalam propaganda politik karena akan menimbulkan bandwagon efect yang lebih instant.
 Tentu ada masih ingat kasus hoax pada pemilu 17 April lalu. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengumpulkan sejumlah peredaran hoaks massif yang berkaitan dengan Pemilu 2019
-       Foto Kompak Penonton yang Acungkan Salam Dua Jari di Millenial Road Safety Festival, padahal kegiatan Millennial Road Safety Festival tidak ada kaitannya dengan politik, baik pileg maupun pilpres. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka mengkampanyekan dan mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas khususnya kepada generasi millenial dan masyarakat pada umumnya
-       Perhitungan hasil Quick Count di Metro TV Prabowo menang. Beredarnya  postingan di media sosial menampilkan tayangan hasil Quick Count hasil Pemilihan Umum 17 April 2019 pada laman berita Metro TV. bahwa suara terbanyak ada pada Pasangan Calon nomor urut 02, yaitu Pasangan Prabowo-Sandi, padahal itu adalah kesalahan teknis terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar
-       Hoax terhadap lembaga survey yang dituduh memihak, faktanya 40 lembaga survey yang terverifikasi tersebut salah satunya adalah Penelitian dan Pengembangan Kompas, Indo Barometer, Charta Politika Indonesia, Poltracking Indonesia.jadi 4 lembaga survei yang ada dalam postingan tersebut adalah termasuk lembaga survei yang terverifikasi dan bukan Timses Jokowi
-       6.000 TPS di Bekasi dan Prabowo Menang yang dipost akun Twitter @m_mirah, atas nama Mirah Sumirat menulis bahwa Prabowo-Sandi menang telak di Bekasi. Melalui cuitan yang diunggah pada 17 April 2019, ia menyampaikan kemenangan telak Prabowo-Sandi di Bekasi. Faktanya di Bekasi hanya terdapat 3030 jumlah TPS bukan 6000.
-       Adanya Video berdurasi hampir satu menit menampilkan petugas KPPS yang mengatakan bahwa sejumlah surat suara telah tercoblos untuk pasangan nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf Amin. Faktanya, dilansir dari detiknews.com surat suara yang disebut bukan tercoblos melainkan rusak. Hasanudin sebagai Panwas Kelurahan Nyamplungan menjelaskan, "Ada lima lembar surat suara untuk pilpres yang rusak tapi ini sudah clear oleh saya sebagai panwas dan dibantu oleh pengawas TPS. Saksi yang hadir anggota KPPS dan PPK mengklarifikasi membuktikan bahwa surat suara tersebut memang rusak"
-       Hoax soal Sandiaga diusir Prabowo, isu itu dihembuskan bahwa Sandiaga Uno diusir oleh Prabowo lantaran tidak setuju dengan adanya deklarasi kemenangan dan sujud syukur di rumah Kertanegara. Tim Sandiaga, Yuga Aden, menuturkan bahwa ketidakhadiran Sandiaga Uno adalah lantaran Sandi dalam keadaan sakit.
-       Hasil Exit Poll TPS di Luar Negeri menunjukan kemenangan mutlak 02 Di Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand. Buat grup WA di setiap jenjang penjumlahan C1 dari kecamatan sampai KPU Daerah, merekap bersama hingga hasil penjumlahan dapat diketahui hari itu juga, untuk menjaga kesesuaian hasil di TPS dengan rekapitulasi akhir oleh KPU, faktanya KPU tidak mengatur regulasi mengenai exit poll hasil pemilu luar negeri.

TIPS DETEKSI FOTO HOAX VIA GOOGLE
Penggunaan foto atau gambar serta video membuat peredaran hoax tumbuh subur dan menjadi asupan setiap saat. Penerima gambar dan foto hoax akan lebih mudah terpapar hoax daripada hoax yang berupa tulisan panjang, apalagi yang mencantumkan kalimat ajakan, ‘sebarkan sebanyak-banyaknya’. Begitu pula penyebaran video melalui kanal video youtube yang sudah diedit dan disulihsuarakan, itu sangat mudah disantap oleh komunikan yang dangkal dalam literasi media.
Untuk mencegah kita termakan hoax, ada cara mudah untuk mengecek apakah suatu informasi yang dicantumkan pada foto atau gambar otentik atau tidak. Anda dapat menggunakan Google Images untuk melakukannya. Google Images yang sudah diperkenalkan sejak Juli 2001 ini memiliki perpustakaan (library) gambar yang komprehensif sehingga Anda bisa mengetahui apakah suatu gambar/foto adalah benar atau hanya hoax semata.
Cara yang bisa dilakukan untuk mengecek kebenaran suatu gambar melalui Google adalah:
1. Buka laman Google Images.
2. Klik ikon kamera di bagian kotak search boks.
3. Ketikkan tautan (url) dari suatu gambar yang akan dicek keasliannya. Metode lain adalah dengan mengunggah foto yang akan dicek.
4. Akan muncul hasil pencarian di mana situs pertama yang menggunggah foto tersebut berada di posisi teratas.
5. Akan terlihat naskah foto yang menerangkan kebenaran gambar tersebut.
5. Kroscek hasil pencarian dengan situs berita yang kredibel menggunakan kata kunci yang sesuai.


TEKNIK PROPAGANDA POLITIK PADA PEMILU 2019



 Jika anda mendengarkan kata 'propaganda', maka terbersit di kepala kita mengenai sebuah kerja ilmu komunikasi. Propaganda adalah metode komunikasi persuasif yang dilakukan secara berencana, sistematis, psikologis, dan berulang-ulang, berupaya mengubah sikap, opini, atau perilaku seseorang atau publik. Propaganda sangat berkaitan dengan kampanye, periklanan, pemasaran, sosialisasi, insinuasi, dan sebagainya.
Ada beberapa definisi tentang propaganda, seperti Sastropoetro (1991:34), bahwa Propaganda adalah suatu penyebaran pesan yang terlebih dahulu telah direncanakan secara seksama untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku dari penerima/komunikan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan oleh komunikator. Sedangkan menurut Laswell (1927), propaganda adalah alat pengontrol bagi opini publik yang menjadi sasaran propaganda.
Propaganda berasal dari bahasa Latin propagare yang artinya mengembangkan atau memekarkan. Atau propaganda berasal dari nama suatu kegiatan penyiaran agama Katolik, yakni “Sacra Conregatio de Propaganda Fide” atau Majelis Suci untuk Menyebarkan Kepercayaan, yang dilakukan oleh Paus Gregorius XV di Roma pada 1622.  Konotasi positif propaganda menjadi negatif akibat ulah pemerintahan fasis Jerman, Italia, dan Jepang semasa Perang Dunia II, yang mengoperasikan teknik propaganda dalam ajang politik militer.
Penggunaan istilah propaganda kini banyak dihindarkan, tetapi sebagai metode komunikasi tetap dilancarkan, antara lain dalam bentuk periklanan di bidang perdagangan. Karena dipandang sebagai metode yang cukup ampuh, maka propaganda banyak digunakan dalam kegiatan humas, terutama humas perusahaan dan kegiatan politik. Sebagai contoh adalah penggunaan varian teknik propaganda dalam Pemilu dan Pemilihan Presiden tahun 2019.
Setelah kita sepaham dengan definisi propaganda, maka perlu diketahui 7 Teknik Propaganda yang diajukan oleh Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, sebagai berikut:
1.    Name Calling, teknik ini adalah ‘penjulukan’ yaitu memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya. Teknik kampanye dengan Name Calling,  berbeda dengan kampanye hitam (black campaign) yang cenderung menimbulkan rumor atau fitnah.  Name Calling, adalah teknik kampanye anjuran yang sifatnya mengandung ancaman keburukan bagi khalayak. Contohnya kampanye yang ditujukan kepada pemiih dengan menyebutkan, “kegagalan pembangunan karena kegagalan memilih calon pemimpin", atau “jika Anda tidak memilih pemimpin yang sederhana maka kekayaan negara akan terancam!”. Kedua pesan tersebut mengandung ancaman bagi komunikan atau publik yang dituju.
2.    Glittering Generality, teknik ‘iming-iming’ yang menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ untuk melukiskan sesuatu agar mendapat dukungan, tanpa menyelidiki ketepatan asosiasi itu untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti untuk menonjolkan propagandis dengan mengidentifikasi dirinya dengan segala apa yang serba luhur dan agung. Contoh: Disaat seseorang kandidat presiden berbicara kepada publik bahwa dirinya bertarung dalam pemilihan presiden karena terpanggil untuk menyelesaikan utang negara yang semakin besar, menstabilkan harga-harga dan keterpurukan ekonomi serta mencegah masuknya TKA Asing dan Aseng. Dan propaganda iming-iming ini sangat efektif menghipnotis publik tanpa daya untuk percaya begitu saja.
3.    Transfer, teknik membawa otoritas (kekuasaan), sanksi, dukungan, gengsi dan pengaruh dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima. Teknik propaganda transfer bisa digunakan dengan memanfaatkan pengaruh seseorang atau tokoh yang paling dikagumi dan berkharisma dalam lingkungan tertentu dengan mengidentifikasi suatu maksud menggunakan lambang autoritas, misalnya seruan Rizieq Shihab “Umat Islam harus memilih presiden sesuai ijtima ulama”. Bagi mereka yang terpapar dengan propagandis model transfer ini akan terpengaruh tanpa berpikir panjang. Cara-cara propaganda seperti ini yang biasa digunakan pula oleh penyebar hoax dengan mencatut nama tokoh berpengaruh.
Teknik transfer juga dapat digunakan melalui simbol, logo atau gambar seperti seorang kandidat yang berfoto dengan seorang figur yang berpengaruh di lingkungannya. Atau penggunaan gambar Ka’bah pada logo partai PP, yang dapat menimbulkan efek psikologi bagi umat Islam.
4.    Testimoni (kesaksian), teknik ini serupa tetapi tidak sama dengan teknik transfer. Testimoni memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk. Teknik kampanye Testimoni memerlukan proses komunikasi bertahap. Pesan diterima berdasarkan pengalaman atau kesaksian yang diperolehnya. Jadi komunikatornya memberikan informasi berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya terhadap sebuah informasi, misalnya seorang tetangga bercerita kepada tetangganya terhadap seorang kandidat. Atau boleh juga menggunakan tokoh berpengaruh atau artis populer, misalnya UAS atau Adi Hidayat yang menyiarkan dukungannya terhadap capres tertentu, serta grup musik slank yang memberikan dukungan pada capres tertentu melalui lagu-lagu.
Secara parsial testimonial adalah cara menggunakan nama orang-orang terkemuka yang mempunyai otoritas dan prestise sosial tinggi dalam menyodorkan atau meyakinkan sesuatu hal dengan jalan menyatakan misalnya, bahwa hal tersebut didukung oleh orang orang terkemuka tersebut. Misalnya, kutipan dari tokoh seperti Soekarno, atau mengutip ayat qur’an dan hadist nabi yang dianggap menguntungkan dirinya. Teknik ini sangat efektif jika dapat dikelola dengan baik oleh master campaign.
5.    Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari ‘rakyat’. Plain folks merupakan suatu cara yang digunakan oleh seorang propagandis untuk meyakinkan orang banyak, bahwa gagasannya adalah baik oleh karena “demi rakyat” Tekhnik ini banyak digunakan orang dalam kampanye politik untuk memikat dan memenangkan simpati rakyat banyak. Misalnya :”Kami hanyalah penyambung lidah rakyat”, “ingin membebaskan Indonesia dari kekuatan Asing dan Aseng, dan lain sebagainya. Teknik propaganda dengan menggunakan cara memberi identifikasi terhadap suatu ide. Teknik ini mengidentifikasikan yang di propagandakan milik atau mengabdi pada komunikan dalam hal ini rakyat banyak. Satu contoh lagi adalah alasan dari BPN Prabowo-Sandi yang mengkapitalisasi isu bahwa gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke MK adalah tuntutan rakyat atas keadilan pemilu semata, bukan keinginan BPN.
Sifat merakyat sering dimunculkan dalam propaganda ini, diartikan sebagai “pura-pura orang kecil” (Warsono, 2007 : 69), karena saat menggunakan teknik ini propagandis mengidentifikasikan dirinya sebagai rakyat dengan cara menempatkan dirinya seolah-olah seperti rakyat juga. Maksud dari cara ini adalah menyamakan diri dengan rakyat, agar dapat dianggap sebagai milik rakyat banyak (Sastropoetro, 1991: 186)
6.  Card Staking, secara harfiah bermakna “penumpukan kartu” secara maknawiyah berarti upaya menutupi hal-hal yang faktual (yang sebenarnya) seraya mengemukakan bukti- bukti palsu, sehingga orang banyak menjadi tertipu (Rousydiy, 1989:373). meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argumen-argumen yang dipilih bisa benar atau salah untuk memunculkan citra yang baik bagi publik, misalnya ‘pilih capres yang sederhana’, atau ‘pilih capres yang tegas’, dan masing-masing propagandis mengulang-ulang kalimat itu sehingga menjadi jargon. 
7.    Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok.
Bandwagon dilakukan diantaranya dengan jalan membesar-besarkan sukses yang telah dicapai oleh seorang figur atau oleh sesuatu kelompok atau barang. Sebagai dalam kampanye pemilihan umum misalnya dikemukakan, bahwa di daerah tertentu calon presiden atau calon partai politik tertentu telah di dukung oleh mayoritas dan kemenangan baginya pastilah tercapai. Maksud dari propaganda ini adalah menarik rakyat yang masih ragu-ragu, yang pada umumnya mau melihat dulu siapa yang akan menang untuk kemudian memilih pihaknya, atau mau menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan apa yang dilakukan oleh orang banyak.
Fungsi lembaga Survey atau klaim tokoh sangat berpengaruh dalam menggiring opini publik dengan bandwagon effect. Apalagi jika lembaga survey itu sangat kredibel seperti poltracking, charta politika, indikator, indobarometer atau LSI, publik akan memercayainya dan mendorong publik untuk memilihnya. Teknik ini dilakukan dengan menggembar-gemborkan sukses dan kemenangan seorang figur melalui rilis hasil survey secara ilmiah untuk meyakinkan khalayak. Teknik ini merupakan teknik propaganda yang mendorong kita untuk mendukung suatu tindakan/pendapat. Efektif diterapkan untuk meyakinkan orang bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana orang tersebut masuk dalam kelompok tersebut) telah menerima suatu ide atau gagasan. Oleh karena itu teknik ini biasa pula disebut dengan teknik ikut-ikutan oleh memposisikan sasaran propaganda sebagai minoritas. Tidak jarang kita menemui kata-kata seperti “teman-temanmu yang sudah pasti pilih 01, masa kamu aja yang pilih 02?” atau “semua muslim memilih capres yang didukung ulama”. 
Dengan menempatkan sasaran propaganda sebagai minoritas, propagandis
secara tidak langsung melakukan intimidasi secara mental. Sehingga, jika sasaran menolak ide atau gagasan dari propagandis, sasaran akan terancam dikucilkan dari suatu kelompok.
Demikianlah 7 teknik propaganda yang banyak digunakan dalam pemilu 2019, meskipun sebenarnya menurut penelitan tersedia 39 teknik propaganda politik yang sangat penting diketahui oleh seorang politisi atau penggiat parpol.