Tampilkan postingan dengan label Tata Tutur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Tutur. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Maret 2020
menulis
menulis itu seperti melukis di atas kanvas
menuangkan ekspresi dengan berjuta warna
mewartakan alam yang terserap masuk ke palung jiwa
menuangkan jiwa menjawab pertanyaan alam
menulis adalah merangkai anksara
berbicara pada diri
membaca batin
menulislah
tak peduli siapa pun yang membacanya
atau tidak membacanya
tapi tulisanmu telah membacanya sendiri
https://vikialvionita.wordpress.com/2016/04/30/software-yang-digunakan-untuk-layout-buku/
Jumat, 20 April 2012
.... Mu
.....-Mu
langkahku tegar menuju-Mu
tak ada jalan lain bisa membelokkanku
kugilas semua keraguan yang mengepungku
aku tak pernah berubah
aku pasti ke kiblat-Mu
kalaupun semua mengolok-olok
aku tetap mengirimkan doaku
tak peduli dongeng-dongeng manusia merayuku
meskipun safaat-Mu tak menopangku
tetap kupanjatkan tanganku
sampai kugapai menara-Mu
bila telah sampai di atas tahtah-Mu
kutaburkan semua olokan dongengnya
agar mereka bisa mendengar kuasa-Mu
aku tak berhenti
aku tetap menuju-Mu
mencapai-Mu
16-07-1998
۞۞۞
Kamis, 29 September 2011
Rabu, 28 September 2011
"Manusia yang tidak berharap untuk menang telah bersedia untuk kalah."
"Manusia yang tidak berharap untuk menang telah bersedia untuk kalah."
Hal yang Paling Menguntungkan adalah Sabar
"Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM. Bahasa yang paling manis adalah SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK."
Karena..
"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca kerana membaca itu sumber hikmah menyediakan waktu tertawa kerana tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat karena beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."
Kehormatan
"Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat." ~ Pepatah Arab
Tentang Adab
"Kamu dapat mengenal lebih banyak tentang diri seseorang itu dari adab dan pertanyaannya, bukan dari jawaban-jawabannya
Tatatutur
"Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya."
Selasa, 16 Agustus 2011
PAKENGKAI ALEMU
PAKENGKAI ALEMU
pakkedde'i alemu ri segge'na woroane eppa'e
Muhammad, Ali, Hasan, Husain
palenne'i alemu ri mase'na makkunrai eppa'e
Khadijah, Fatimah, Maryam, Asia
pakengkai alemu ri teppe'na punna langkanae
pumana'engngi ceyyana lino ahera'
Terjemahan:
HADIRKANLAH DIRIMU
tegakkanlah dirimu pada keberanian empat lelaki
Muhammad, Ali, Hasan, Husain
letakkalah dirimu pada kasih empat perempuan
Khadijah, Fatimah, Maryam Asia
hadirkanlah dirimu pada keimanan Ahlul Bayt
ahli waris cahaya dunia akhirat
Marisa, 6 Agustus 2011
Catatan Hati (90) - ATDM
Tulisan ini saya nukil dari FB kakanda Ambo Tang Daeng Matteru.
Tulisan yang penuh makna, dan sangat lugas dalam sentuhan sastra Bugis yang kental.
Semoga bermanfaat...
pakkedde'i alemu ri segge'na woroane eppa'e
Muhammad, Ali, Hasan, Husain
palenne'i alemu ri mase'na makkunrai eppa'e
Khadijah, Fatimah, Maryam, Asia
pakengkai alemu ri teppe'na punna langkanae
pumana'engngi ceyyana lino ahera'
Terjemahan:
HADIRKANLAH DIRIMU
tegakkanlah dirimu pada keberanian empat lelaki
Muhammad, Ali, Hasan, Husain
letakkalah dirimu pada kasih empat perempuan
Khadijah, Fatimah, Maryam Asia
hadirkanlah dirimu pada keimanan Ahlul Bayt
ahli waris cahaya dunia akhirat
Marisa, 6 Agustus 2011
Catatan Hati (90) - ATDM
Tulisan ini saya nukil dari FB kakanda Ambo Tang Daeng Matteru.
Tulisan yang penuh makna, dan sangat lugas dalam sentuhan sastra Bugis yang kental.
Semoga bermanfaat...
Selasa, 17 Mei 2011
"Tidak Ada Makan Siang yang Gratis..!"
"Tidak Ada Makan Siang yang Gratis..!" Istilah ini menunjukkan matinya nilai-nilai keikhlasan sosial yang melekat pada keperibadian bangsa kita. Terjemahannya seperti dalam defenisi dan teori (Social Exchange Theory), orang mengevaluasi hubungannya dengan orang lain dengan cara pertukaran sosial. Bahwa hubungan sosial dipandang sebagai suatu transaksi dagang, maksudnya adalah orang atau kelompok berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu atau Mekanisme reward and punishment yang negatif. Istilah ini menginspirasi untuk melakukan Kolusi dan Suap Menyuap yang berakibat bencana Korupsi...
Telah banyak malapetaka besar melalui pencurian yang dilakukan oleh individu atau kelompok akibat transaksi haram. Dan itu bisa saja terjadi pada saat makan siang bersama antara pejabat, aparat, atau siapa pun yang berwajah negara dengan mereka dari kalangan pengusaha, kontraktor, atau dengan siapa pun. Karena tidak ada makan siang yang gratis, maka uang negara yang nota bene adalah milik rakyat- menjadi alat pembayar.
Dalam pandangan Ilmu Komunikasi, bahwa sebuah ejekan, yang tersetting oleh media secara massiv dan kemudian akan diterima oleh publik dengan tanpa menyadarinya. Aktivitas komunikasi yang "membiasakan" terminologi "tidak ada makan siang gratis" melalui media massa, propaganda, atau komunikasi antar personal lain dapat memengaruhi fenomena psikologi sosial. Pada akhirnya kegiatan sogok-menyogok, suap dan korupsi pun ikut terbiasakan. Masyarakat kita lalu permisif terhadap "koruptor" dengan menganggap bahwa itu adalah kesempatan mereka, dan yang lain pun berlomba-lomba mencari kesempatan untuk berkuasa dan juga korupsi.
SEMIOTIKA SOSIAL
Massifikasi "tidak ada Makan Siang yang Gratis" oleh media dapat ditelusuri melalui ranah Ilmu Komunikasi dengan menggunakan dengan metode semiotika. Semiotika sendiri, berasal dari kata Yunani semion yang berarti tanda. Semiotika yang beragam, mulai dari semiotika analitik, deskriptif, faunal, kultural, naratif, natural, normatif, struktural maupun sosial - metode semiotika berusaha untuk memahami dunia yang bertalian dengan tanda, atau yang terkait dengan pemahaman kabar (teks) media dengan menggunakan semiotika sosial.
Semiotika sosial, dapat digunakan untuk menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh manusia yang berwujud lambang, baik lambang yang berwujud kata maupun lambang yang berwujud kata dalam kalimat (Alex Sobur, 2001).
Dalam menggunakan semiotika sosial untuk menganalisis teks media, ada tiga unsur yang menjadi pusat perhatian penafsiran teks secara kontekstual. Diantaranya, pertama, medan wacana (field of discourse) : menunjuk pada hal yang terjadi : apa yang dijadikan wacana oleh pelaku (media massa) mengenai yang terjadi dilapangan peristiwa. Kedua, pelibat wacana (tenor of discourse) menunjuk pada orang-orang yang dicantumkan dalam teks (berita) : sifat orang-orang itu, kedudukan dan peranan mereka. Dengan kata lain, siapa saja yang dikutip dan bagaimana sumber itu digambarkan sifatnya. Ketiga, sarana wacana (mode of discourse) menunjuk pada bagian yang diperankan oleh bahasa : bagaimana komunikator (media massa) menggunakan gaya bahasa untuk menggambarkan medan (situasi) dan pelibat (orang-orang yang dikutip) ; apakah menggunakan bahasa yang diperhalus atau hiperbolik, eufimistik atau vulgar.
MEDAN WACANA
Media berusaha memaparkan istilah "tak ada makan siang gratis" sebagai bahasa jurnalistik semata. Ada kenderungan media bahwa tindakan korupsi itu hal yang lumrah. Tidak ada bantahan atau penolakan secara tegas mengenai buruknya istilah tersebut yang dapat merubah psikologi sosial masyarakat menjadi permisif. Media, seolah memberikan deskripsi yang positif terhadap istilah “Tak Ada Makan Siang yang Gratis”. Atau terkesan mengarahkan publik untuk menerima begitu saja sikap dan prilaku pejabat negara yang korup.
PENYAMPAI WACANA
Penyampai wacana atau siapa yang berbicara, itu tidak penting bagi media, semua diramu dan ditulis oleh para jurnalis dan tersebar kemana-mana. Terhadap istilah tersebut, telah membumi dan diterima oleh masyarakat begitu saja tanpa penolakan dan usaha untuk meralatnya. Kita semua menjadi mahfum dengan istilah ini dengan tak berdaya menelaah secara kritis.
PERANAN BAHASA
Bagaimana media menggunakan istilah yang seolah memberikan citra yang baik atas prilaku dan sikap "tidak ada makan siang yang gratis" sehingga tidak memberi kesempatan kepada luhurnya nilai-nilai sosial yang dianut oleh bangsa Indonesia.
................................................. Mega Mall Ciputat, 18 Juni 2011
Telah banyak malapetaka besar melalui pencurian yang dilakukan oleh individu atau kelompok akibat transaksi haram. Dan itu bisa saja terjadi pada saat makan siang bersama antara pejabat, aparat, atau siapa pun yang berwajah negara dengan mereka dari kalangan pengusaha, kontraktor, atau dengan siapa pun. Karena tidak ada makan siang yang gratis, maka uang negara yang nota bene adalah milik rakyat- menjadi alat pembayar.
Dalam pandangan Ilmu Komunikasi, bahwa sebuah ejekan, yang tersetting oleh media secara massiv dan kemudian akan diterima oleh publik dengan tanpa menyadarinya. Aktivitas komunikasi yang "membiasakan" terminologi "tidak ada makan siang gratis" melalui media massa, propaganda, atau komunikasi antar personal lain dapat memengaruhi fenomena psikologi sosial. Pada akhirnya kegiatan sogok-menyogok, suap dan korupsi pun ikut terbiasakan. Masyarakat kita lalu permisif terhadap "koruptor" dengan menganggap bahwa itu adalah kesempatan mereka, dan yang lain pun berlomba-lomba mencari kesempatan untuk berkuasa dan juga korupsi.
SEMIOTIKA SOSIAL
Massifikasi "tidak ada Makan Siang yang Gratis" oleh media dapat ditelusuri melalui ranah Ilmu Komunikasi dengan menggunakan dengan metode semiotika. Semiotika sendiri, berasal dari kata Yunani semion yang berarti tanda. Semiotika yang beragam, mulai dari semiotika analitik, deskriptif, faunal, kultural, naratif, natural, normatif, struktural maupun sosial - metode semiotika berusaha untuk memahami dunia yang bertalian dengan tanda, atau yang terkait dengan pemahaman kabar (teks) media dengan menggunakan semiotika sosial.
Semiotika sosial, dapat digunakan untuk menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh manusia yang berwujud lambang, baik lambang yang berwujud kata maupun lambang yang berwujud kata dalam kalimat (Alex Sobur, 2001).
Dalam menggunakan semiotika sosial untuk menganalisis teks media, ada tiga unsur yang menjadi pusat perhatian penafsiran teks secara kontekstual. Diantaranya, pertama, medan wacana (field of discourse) : menunjuk pada hal yang terjadi : apa yang dijadikan wacana oleh pelaku (media massa) mengenai yang terjadi dilapangan peristiwa. Kedua, pelibat wacana (tenor of discourse) menunjuk pada orang-orang yang dicantumkan dalam teks (berita) : sifat orang-orang itu, kedudukan dan peranan mereka. Dengan kata lain, siapa saja yang dikutip dan bagaimana sumber itu digambarkan sifatnya. Ketiga, sarana wacana (mode of discourse) menunjuk pada bagian yang diperankan oleh bahasa : bagaimana komunikator (media massa) menggunakan gaya bahasa untuk menggambarkan medan (situasi) dan pelibat (orang-orang yang dikutip) ; apakah menggunakan bahasa yang diperhalus atau hiperbolik, eufimistik atau vulgar.
MEDAN WACANA
Media berusaha memaparkan istilah "tak ada makan siang gratis" sebagai bahasa jurnalistik semata. Ada kenderungan media bahwa tindakan korupsi itu hal yang lumrah. Tidak ada bantahan atau penolakan secara tegas mengenai buruknya istilah tersebut yang dapat merubah psikologi sosial masyarakat menjadi permisif. Media, seolah memberikan deskripsi yang positif terhadap istilah “Tak Ada Makan Siang yang Gratis”. Atau terkesan mengarahkan publik untuk menerima begitu saja sikap dan prilaku pejabat negara yang korup.
PENYAMPAI WACANA
Penyampai wacana atau siapa yang berbicara, itu tidak penting bagi media, semua diramu dan ditulis oleh para jurnalis dan tersebar kemana-mana. Terhadap istilah tersebut, telah membumi dan diterima oleh masyarakat begitu saja tanpa penolakan dan usaha untuk meralatnya. Kita semua menjadi mahfum dengan istilah ini dengan tak berdaya menelaah secara kritis.
PERANAN BAHASA
Bagaimana media menggunakan istilah yang seolah memberikan citra yang baik atas prilaku dan sikap "tidak ada makan siang yang gratis" sehingga tidak memberi kesempatan kepada luhurnya nilai-nilai sosial yang dianut oleh bangsa Indonesia.
................................................. Mega Mall Ciputat, 18 Juni 2011
Senin, 07 Maret 2011
TUTUR
Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah.
Bemuafakatlah dengan diri anda sendiri sebagaimana anda bermuafakat dengan kawan tatkala hendak menentukan arah tujuan.
Manusia yang pintar ialah manusia yang mengambil ikhtibar daripada sesuatu dilihatnya dan menerima nasihat yang didengarnya
Orang yang berakal tetapi tidak mempunyai adab, seumpama pahlawan yang tiada senjata.
kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.
Bemuafakatlah dengan diri anda sendiri sebagaimana anda bermuafakat dengan kawan tatkala hendak menentukan arah tujuan.
Manusia yang pintar ialah manusia yang mengambil ikhtibar daripada sesuatu dilihatnya dan menerima nasihat yang didengarnya
Orang yang berakal tetapi tidak mempunyai adab, seumpama pahlawan yang tiada senjata.
kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.
Lindungi kesedihan dengan senyuman meskipun dihati penuh kedukaan kerana itu menunjukkan adanya kesedihan.
Jangan terlalu memikirkan pandangan orang terhadap anda, fikrikan apa pandangan anda terhadap diri anda sendiri
Kasihanilah musuh anda kerana dia telah menyebutkan kesalahan anda
Tidak ada lautan yang luas, lurah yang dalam, bulan yang tinggi dan jalan yang susah bagi orang yang mahu
Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah
Tata Tutur
Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.
Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Lidah anda yang menentukan siapa anda.
Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat
kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila Kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Perlukah merasa kecil dan malu dihina? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala percuma tanpa perlu bersusah payah
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
(Khalifah Abdul MAlik bin Marwan)
Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. Siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya maka
tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya.
Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan wang
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya.
Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum baik kepada rakyat maupun kepada keluarga
Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.
Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Lidah anda yang menentukan siapa anda.
Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat
kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila Kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Perlukah merasa kecil dan malu dihina? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala percuma tanpa perlu bersusah payah
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
(Khalifah Abdul MAlik bin Marwan)
Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. Siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya maka
tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya.
Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan wang
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya.
Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum baik kepada rakyat maupun kepada keluarga
Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk
Langganan:
Postingan (Atom)
