Tampilkan postingan dengan label DOA MUSYAFIR ILMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA MUSYAFIR ILMU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2019

Informasi Serta Merta

Informasi yang Wajib Diumumkan secara Sertamerta Menurut UU No. 14 Tahun 2008 Pasal 10
Badan Publik wajib mengumumkan secara sertamerta suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum.
Nah, informasi hoax yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat seperti kasus Asrama Papua di Surabaya, harus segera terklarifikasi dan dipublikasi secara berkeadilan kepada masyarakat.
Selama ini informasi serta merta hanya dilekatkan pada kebencanaan dan pristiwa ancaman fenomena alam.
Publik harus mendapatkan hak akes informasi publik yang berkeadilan. 


Sabtu, 20 Juli 2019

Jangan Berhenti Bertanya

:Bertanya


;
"The important thing is not to stop question" kutipan Einsten ini yang saya curigai menjelma menjadi pribahasa "malu bertanya sesat di jalan".
;
Bertanya adalah key word pada hari pertama mengantar masuk sekolah. On start, hari ini tiba pembagian kelas untuk siswa SMU seusai melampaui Masa Orientasi Sekolah, termasuk di SMU 2 Makassar.
;
Asyik juga tetiba di sekolah ketemu dengan para orang tua siswa, apatah lagi tak dinyana ketemu beberapa teman kampus di masa lampau.
:
Di tengah rasa senang karena anak-anak berhasil masuk di sekolah impiannya, juga para wali siswa sibuk membentuk organisasi dadakan, paguyuban kelas. Pemilihan struktur pengurus dipilih dgn cepat dan demokratis tanpa debat kandidat. Visinya sama, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa yang dikemas dengan full day school.
:
Cerita mengalir, sampai pada kompetisi yang terbuka dlm masuk sekolah. Banyak diantaranya yang memuji bahwa seleksi sekolah sudah memangkas nepotisme. Keadilan pendidikan bisa dikecap oleh setiap lapisan, tidak ada lagi sekolah unggulan dengan berbagai iming-iming.
:
Yang getir adalah, kegelisahan para orang tua wali memandang nun jauh ke depan tentang masa yang akan dituju anak-anaknya. Tema ini menderas dalam grup besar paguyuban kelas. Dimaklumi karena saat ini kita mengalami lompatan besar yang tetiba mengubah pola laku generasi alpha yang bejurang dengan para orang tuanya di lintasan X-generation.
;
kita jangan lupa bahwa kekuatan terbesar yang paling bertenaga mendorong kesuksesan adalah motivasi yang bersumber dari diri sendiri. Bukan dari sekolah atau dari para motivator yang ramai sebagai pemandu sorak memaksakan semangat.
;
Dunia telah mencatat banyak nama yang menempati ruang istimewa bukan karena jebolan hebat dari sekolahnya. Nama-nama yang mencengankan dan mengubah wajah dunia seperti Thomas Alfa Edison, Albert Enstein, Bill Gates, John D. Rockefeller (bisnisman), Benjamin Franklin (politisi), Walt Disney (pengusaha hiburan), Kol. Sanders pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC), Putri Diana, Elton John (penyanyi), dan Harry Houdini (magician dunia) adalah diantaranya.
:
Thomas Edison mungkin yang paling terkenal dan produktif dengan lebih dari 1.000 paten dalam namanya, termasuk bola lampu listrik, phonograf, dan film kamera. Ia drop out dari sekolah setelah hanya tiga bulan pendidikan formal. Namun karyanya mengantar revolusi industry 2.0.
;
Bill Gates adalah salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Microsoft, ranking teratas orang terkaya di dunia untuk beberapa tahun. Gates drop out dari Harvard di tahun pertamanya kuliah.
;
Albert Einstein, yang terkenal dgn teori relativitas dan kontribusi kepada teori kuantum dan mekanika statistik, putus sekolah tinggi pada usia 15. Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan setahun kemudian, tetapi gagal dalam ujian masuk ke universitas bergengsi yaitu Federal Swiss Institute of Technology. Einstein cukup banyak memberikan motivasi dan inspirasi kepada dunia.
;
Pesan Einstein yang paling tajam adalah: "Belajar dari masa lalu, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok. Hal yang paling penting adalah jangan pernah berhenti bertanya".
;
Untuk hidup yang terus berjalan maju ini, kita tidak boleh berhenti belajar, atau setidaknya bertanya. Yah, Hal yang paling penting adalah jangan pernah berhenti bertanya.
"The important thing is not to stop question".
:

Herman Lilo: 20/7/2019

Jumat, 21 Juni 2019

Kalah

lelaki yang tak kuasa mendaras angin subuh
terasa berdiam pada semua embun 
dan sunyi telah memerangkap kabut

teman bermain telah pulang satu persatu
mengemas kelelahan mematuk cakrawala
raib pada secangkir kopi hitam

dunia seperti kehilangan bebunyian
segala onomatope hanyalah antagonis
sebab kesunyian menjadi bapak dari kekalahan

bahkan testamen gagal menjaga takzim
menjadi niskala bagi kaum epigon
untuk tetap menyebut diri sebagai maestro

Makassar, 22 Juni 2019
Herman Lilo


Sajak Kehidupan

Sajak Kehidupan

seolah kita berdiri di sebuah ketinggian jarak
sesekali menengok ke belakang setiap jejak
meraba bayangan yang tertutupi cahaya
betapa banyak cadas terlampaui yang disebut bahaya
bila terik durjana di atas ubun tak jua beranjak
mungkin sejarah kelahiran telah mengajak
cobalah ingat kembali saat telanjang menyapa
saat engkau bayi yang bukan siapa-siapa
berhentilah menepuk dada dengan congkak
sebelum keangkuhanmu kian membengkak
sampai batas nafas tipis dan cekak
sampai moncong terompet sangkakala mendongak
sudah terlalu jauh adam dan hawa menuliskan sajak
dalam lipatan usia kini hingga kelak
bencana khuldi mengawali dunia tertawa gelak
harus dieja hingga huruf terakhir kehidupan tergelar


Nafsu Puisi

Kembalikan sajak 
dari kontemplasi terdalam nurani, 
jangan menuruti deru debu dunia yang hanya semusim


Sajak Sunyi

Sajak Sunyi

dari sudut sebuah kota
aku diam-diam menulis sajak
sembil menghitung setiap sunyi yang coba menyergapku
aku menjadi jaring laba-laba
memerangkap setiap kata
menyambungnya berupa sajak nan sunyi
aku telah penjarakan sunyi
terkunci dalam larik sajak ini
beserta seluruh hiruk-pikuk yang dicipta kota ini
pada akhirnya sajak ini diam
hanya tersisa huruf-huruf yang tak bisa dieja

Makassar, 18 Maret 2017



Mengajilah, Nak...

Mengajilah, Nak...
mengajilah, nak...
agar engkau paham mujizat qur’an
tidak hanya sekadar pintar baca koran
mengajilah, nak...
jangan jadikan kitab suci mirip azimat
dipamerkan demi keinginan yang laknat
mengajilah, nak...
meski mimpimu jadi habib telah habis
tetapi engkau tetap berpeluang jadi hafidz
Mengajilah Nak
Ketika pasar riba dan doa yang riya di bawa ke politik durjana
Engkau harus menjadi benteng penjaga agar kitabmu tidak merana
mengajilah, nak...
kelak engkau disumpah jabatan tak bernista
jika abai sedikit pun kepada qur’an engkau bernista

Makassar, 18 Maret 2017


Minggu, 07 Oktober 2012

Bekal

Abu Bakar As-Shidiq RA berkata, “Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu.”

Selasa, 16 Agustus 2011

TULISANKU DZIKIRKU

TULISANKU DZIKIRKU
Aku menulis bagai berdzikir
Membuka tabir ilahi sebuah terapi
Resah gelisah, gundah gulana tak nampak nyata
Pisau menikam ulu hati
Darah dan pedih bercampur biru
Rasa simpati hilang terbang
Mata memandang langit tak dekat
Mulut berucap tak dekat
Telinga mendengar tak dekat
Mari…
Mari wahai kekasih mendekat
Tuk campurkan bubuk putih di atas hati yang pekat

Sandiwara apa lagi ini?

Sandiwara apa lagi ini?
(HERMAN LILO)

Sandiwara apa lagi ini
Kebohongan apa lagi yang akan kau lakonkan
Belum cukupkah tipuan kampanye itu memperdayai
Kini janji apa lagi yang akan di obral ke semua media

Sandiwara apa lagi ini
Penindasan macam mana lagi yang kita rasa
Belum cukupkah kekuasaan itu menginjak
Setelah terjepit, baru ramai teriak reformasi
Setelah semua dikeruk, baru teriak anti korupsi

Sandiwara apa lagi ini
Pesta korupsi yang bagaimana lagi belum membuat perutmu kenyang
Belum puaskah melihat orang-orang yang kelaparan
Sesaat kau hanya bermanis muka dengan membagi sembako

Sandiwara apa lagi ini
Partai berdiri dimana-mana untuk menjadi pahlawan
Lantas mereka saling mencacimaki
Padahal rakyat semakin miskin karena harga yang tak terbeli.
***
29 oktober 1998

Negeri Merdeka

Negeri Merdeka

inilah negeri impian itu
negeri yang selalu kita rindukan
ada laut dan ribuan pulau tempat berlabuh
disana kita berkasih-kasih dalam cinta anak bangsa
damai, cinta, biru,
maka kembalilah kau disini
di negeri tanpa pembredelan, tanpa pencekalan, tanpa penjara
disini kita bebas bicara dan berfikir merdeka

inilah negeri kecil itu
negeri indah yang pernah hilang di petamu
disini kita menjaga nafas kehidupan dalam pesta
tak ada saling curiga atau dendam tersisa
maka pulanglah
alamatkan cintamu di negeri ini
disini aku menunggumu menikmati anugerah agung itu

inilah negeri biru itu
negeri bertabur permata dan lautan mutiara
negeri tanpa tirani, tanpa monopoli dan intimidasi
disini hukum berdiri tegak di keadilan
tak ada penjajahan, penindasan dan kesewenangan
kecuali simfoni damai dan gita harmoni para pujangga negeri
hanya damai, hanya cinta, hanya biru
maka kembalilah di negeri ini wahai generasi persaudaraan

hanya kamu, Indonesia
yang bersemayam di negeri cintaku
menghuni seluruh wilayah nurani

biarkan kami bebas mencintaimu

Tamalanrea, 19-10-1995

۞۞۞