Jumat, 21 Juni 2019

Mengajilah, Nak...

Mengajilah, Nak...
mengajilah, nak...
agar engkau paham mujizat qur’an
tidak hanya sekadar pintar baca koran
mengajilah, nak...
jangan jadikan kitab suci mirip azimat
dipamerkan demi keinginan yang laknat
mengajilah, nak...
meski mimpimu jadi habib telah habis
tetapi engkau tetap berpeluang jadi hafidz
Mengajilah Nak
Ketika pasar riba dan doa yang riya di bawa ke politik durjana
Engkau harus menjadi benteng penjaga agar kitabmu tidak merana
mengajilah, nak...
kelak engkau disumpah jabatan tak bernista
jika abai sedikit pun kepada qur’an engkau bernista

Makassar, 18 Maret 2017


Toleransi Tuhan


Kamis, 06 Juni 2019

Jalan Cendana

:CENDANA, begitu menyebutnya kata ini akan terngiang di manusia angkatan 80-90an. Jln. Cendana  membesitkan ingatan pada rumah keluarga tokoh sentral era Orde Baru, Soeharto. Bahkan makna asli cendana yakni kayu keras berbau wangi itu terkalahkan. Kala itu sumber informasi media yg menganut jurnalisme pembangunan hampir seluruhnya berasal dari harumnya cendana.

Soeharto berhasil mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998.

Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa.

Soeharto merupakan orang Indonesia TERLAMA dalam jabatannya sebagai presiden. Sejarah mencatat bahwa kekuasaan Soeharto tidak bisa dihentikan melalui legalitas pemilu dan hanya bisa berhenti oleh gerakan reformasi dan digantikan oleh B.J. Habibie.
*

Penerus Soeharto di panggung politik tidak terputus. Terpilihnya Titi Soeharto dalam rapat pleno partai Golkar untuk diajukan sebagai wakil ketua MPR membuktikan bahwa pengaruhnya masih kuat. Titi merupakan mantan istri Prabowo Subianto yang sekarang mencalonkan diri sebagai presiden. Selain itu, ada Tommy Soeharto yg berhasil meloloskan partai Berkarya di panggung pemilu 2019 yang dapat menjadi kereta kencana kembalinya kerinduan pendukung keluarga Cendana. Mungkinkah pemilu 2019 menjadi tahun reinkarnasi itu?  Yah,  mungkin. Tidak ada yg imposible dalam politik.

*

Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Akan tetapi konsep pemerataan saat itu dianggap tidak adil oleh aktifis mahasiswa. Dalam berbagai diskusi muncul istilah pembangunan lebih diprioritaskan di Indonesia Barat (IBB) sementara IBT tidak diperhatikan.  Selain itu dia dianggap sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar. Isu KOLUSI, KORUPSI dan NEPOTISME menjadi yel-yel perjuangan gerakan reformasi yang dimotori oleh Amien Rais. Dalam berbagai kesempatan di mimbar bebas dan tayangan di media, bapak Amien Rais menyebutnya sebagai firaun Indonesia.

Akan tetapi usaha negara untuk memberikan keadilan kepada Soeharto dan membersihkan tuduhan korupsinya selalu gagal. Faktor kemanusiaan menjadi pertimbangan pokok pengadilan karena setiap kali jelang sidang kesehatannya selalu memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.
*
Alfatikha...

MAJAS LITOTES

:LITOTES,
Keampuhan penggunaan litotes style dalam komunikasi kelompok atau komunikasi massa sbg upaya merebut perhatian dari anggota kelompok secara persuasif memang efektif. Apalagi jika itu digunakan oleh tokoh yang menjadi pusat perhatian. Misalkan saja seorang kandidat yang berkompetisi di dalam sebuah pemilihan. Ada beberapa kandidat  yang memanfaatkan majas litotes dalam berbicara sehingga kelihatan tidak angkuh dan menempatkan diri sebagai manusia kebanyakan. Sejajar dengan pemilihnya.

Pengertian majas litotes adalah majas yang melukiskan keadaan dengan kata-kata untuk  merendahkan diri. Atau, dalam pengertian yang lain litotes adalah majas yang mengecilkan suatu hal yang positif menjadi negatif atau dalam kata lain mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Majas litotes merupakan majas pertentangan yang bertujuan mempengaruhi orang lain dengan cara merendahkan diri. Dalam pengungkapannya, majas litotes mengurangi atau melemahkan kenyataan yang sebenarnya. Litotes dapat diartikan sebagai ungkapan berupa mengecilkan fakta. Hal ini biasanya untuk menjaga kesopanan atau menghaluskan.

Kalau dalam sebuah pembicaraan si komunikator mulai merendah dengan kata-kata maka disitu litotes mulai bekerja. Misalnya seorang bupati berbicara seperti ini: _"saya ini hanya anak seorang petani, dulu berasal dari kampung terpencil dari Desa Baringkan,  bapak saya hanya petani penggarap dan ibu saya seorang IRT yang buta huruf. Jika saya mendapatkan amanah maka saya akan berjuang untuk orang miskin, kaum tani seperti keluarga saya."_

Kalimat di atas penuh dengan litotes, sangat merendah meski keadaan sebenarnya dia seorang kaya dan terpelajar. Namun  bagi khalayak biasanya mudah terbujuk dengan litotes. Emosi massa biasanya pintar dimainkan oleh orator yang memiliki kemampuan retoris yang baik.

*Setnov* telah mencoba membuat kamuflase  litotes untuk menggugah simpati khalayak tetapi gagal total. Kecelakaan yang dialami tidak cukup kuat mempersuasi sikap khalayak. Kenyataannya adalah sebaliknya, umumnya khalayak lebih berempati pada tiang listrik daripada Ke kecelakaan Setnov.😆

Litotes  memang bekerja baik jika audience tidak memiliki ruang konfirmasi. Olehnya, komunikator yang memainkan  majas Litotes harus menghindari konfirmasi dan interupsi.

Salama'ki

Makassar, 21112017

DEMAGOGI

:DEMAGOG, lebih banyak diidentikkan dg pembodohan atau penipuan. Misalnya seorang perempuan berumur bisa membohongi sekelompok elit soal oplas dan lantas kelompok itu ramai-ramai berbuat bodoh.

Begitulah penjelasan Lahabe di pojok sebuah warkop. Sesekali tangannya menari memberi ilustrasi mirip Rocky Gerung. Lihai mempermainkan diksi biar lebih ilmiah dan filosofis.

"kalau gitu mirip iklan dong. Misalnya iklan shampoo anti ketombe. Katanya bisa menghilangkan ketombe, tetapi ketombe saya tidak hilang-hilang. Inikan pembodohan? " sela Daeng Baso yg kemudian ditimpali ketawa riuh dari sekelompok pecandu kopi yg lainnya.

"iya,  betul.  Salah satu ciri demagogi adalah iklan pencitraan yg hyper-realitas".

Demagog adalah sebuah istilah –yg telah ada sejak zaman Yunani Kuno– untuk menyebut sekumpulan orang-orang yg berpikir dan bertindak culas dan licik, lebih mementingkan diri sendiri, menebar pesona dg pencitraan (kamuflase), berkoar atas nama kebenaran, namun seringkali memanipulasi kebenaran itu dg opini dan wacana.

Lahabe yg sok pinter, mencoba menjelaskan tanpa mereka ngerti audiencenya sangat tidak paham dg istilah-istilah sungguh sangat memusingkan.

"Oya,  gini aja supaya lebih simpel mengenali kaum demagog, sy kasih ciri-cirinya" ujarnya.

"satu, " telunjuknya diacung,  "demagog ahli skematisasi dgn cara menyederhanakan gagasan sehingga menjadi sebuah opini dan keyakinan

"dua," suara Lahabe lebih tegas utk mendapatkan perhatian dari audience,  "Demagogi gemar memunculkan wacana kebencian terhadap pihak-pihak tertentu."

"tiga,  Seorang demagog selalu mencari kesalahan orang dan memelihara kebencian   bahkan diperdahsyat identitasnya"

"empat, argumen berdasarkan perasaan yg biasanya ad hominem...." urainya sambil nyeruput kopi hitam yg masih ngepul asapnya.

"Ahk... Tambah pusing saya. Apa pula itu...!" coddo Cancu sambil garuk kepala.

"oh, ad hominem itu biasanya menyerang pribadi orang". Pungkasnya.

"yah udah,  ini sudah siang. Ayo kerja. Kerja... " kata mereka hampir bersamaan membubarkan diri. Namun Lahabe secepat kilat menyambar tangan Daeng Baso.

"Baso,  bayarin dulu kopinya,  saya lagi kere bro".

Akh,  dasar demagog 😆😆
#Lahabe'

PEACE

:PEACE
.
Banyak komentar yang melenting deras dalam room statusku menunjukkan bahwa ada yang sedang marah, memaki dan sedang bermasalah dengan hati. Namun saya tak akan mengatakan bahwa dunia virtual sedang sakit sebab kitalah semua yang meletakkan sesuatu padanya.
.
Cobalah kita pintar bercanda sedikit atau mengurangi cara-cara dikotomi yang mengekang. Hilangkan kultus-kultus kecil yang mencoba berakar dalam diri kita. Dan tertawalah dengan lepas. Berdamailah hati dan pikiran kita. Peace.
.
Tibalah saatnya kita tidak menjadi orang yang hanya bisa membuat label antagonis dan kontradiktif. Berpikir rasional dikatakan sekuler. Berpandangan luas dianggap liberal. Pendeknya Hitam selalu dipasangkan dengan putih biar nampak kontras. Padahal hidup kita tidak akan indah jika tidak memiliki paduan warna-warni itu.
.
Dunia ini semakin kecil untuk kita saling memaki. Kita tidak sedang melakukan redefinisi tentang Tuhan dan Agama karena itu sudah diselesaikan oleh para nabi dan rasul yang terpilih. Tidak perlu lagi ada manusia milenial hari ini yang mencoba menjadi nabi. Biarkan orang memilih untuk menjadi umat yang mana saja.
.
Saudara, kita sedang berjalan pulang bersama menuju perjalanan akhir yang amat rahasia. Dan semua kita pasti akan sampai di batas. Tak ada waktu lagi untuk menganggap diri kita paling benar dan paling suci.  Sekarang waktunya menyiapkan pertanggungjawaban terhadap tugas-tugas khilafa yang kita emban.
..
Makassar, 11 Ramadan
#LaHabE'
#PesantrenHati