Kamis, 28 Oktober 2010

Merapi dan Roso

apa kabar Merapi?

Maridjan "Roso"
Baru saja Bencana banjir bandang yang menimpa Wasior di provinsi Papua barat, yang sampai hari masih dalam tahap recoveri.  Bahkan kotak-kotak kardus para kelompok pemuda dan Mahasiswa yang mengatasnamakan korban Wasior belum berhenti di sudut-sudut persimpangan jalan di Makassar. Lantas perdebatan mengenai penyebab bencana belum usai. Bencana Wasior di sinyalir sebagai akibat dari illegal loging yang telah lama berlangsung. Namun itu dibantah setelah dilakukan foto udara, akan tetapi para pecinta lingkungan dan masyarakat luas tidak mempercayai gambar itu. Wasior telah disandera hutannya oleh pengusaha yang punya becking kuat di kekuasaan.


Kemudian diam-diam menyusul  Bencana Gempa dan Stunami yang melanda kepulauan mentawai dengan Korban terdiri dari: 154 tewas; hilang 400 org, lk berat 15 org; lk ringan 25. Kerusakan: SD 3 buah;SMP 1 bh; rmh dinas 4 unit; rmh ibadah 5 bh; jembatan rusak berat 5 unit; rmh warga 291 rsk berat,190 rusak ringan. Namun kali ini, para mahasiswa belum sepenuhnya menjamur menjadi pengumpul "recehan" buat Mentawai, karena berita kematian itu tertelan oleh ancaman yang dipersiapkan oleh Merapi yang mempersiapkan naganya meluncur dari dalam perutnya. 

Yah, Merapi memang selalu membawa keriuhan. Beritanya menjadi headline dan memenuhi tajuk rencana. Merapi, selalu menjadi berita besar. Banyak Mitos yang tumbuh mengitari populasi yang melingkari lereng-lerengnya. Dalam Babad Tanah Jawi, juga Serat Kanda disebut, jika gunung Merapi mulai batuk-batuk dan disusul dengan meletusnya gunung-gunung yang lain, maka itu pertanda terjadi suksesi di tanah Jawa. Pakem berdasar mitos itu diyakini sampai kini.

Gunung Merapi juga amat disakralkan banyak orang. Popularitas Mbah Maridjan yang secara tiba-tiba menjadi selebriti top dan bintang iklan hebat 'mengalahkan' pamor Sultan Hamengkubuwono X (HB X) juga gara-gara gunung ini. Ketika kawah Merapi menggelegak dan pengungsi mulai berhamburan, Raja Jawa itu meminta Mbah Maridjan, juru kunci gunung ini meninggalkan wewengkonnya (daerahnya). Mbah Maridjan kukuh tidak mau mengungsi. Dia tetap dalam rumahnya yang berada persis di gigir gunung. Lelehan lava tak membuat lelaki khusyuk ini kabur. Malah beberapa pendaki yang bersembunyi di bunker buatan pemerintah setempat yang ditentang Mbah Maridjan bernasib sial. Saat lava mengalir, mereka mati gosong di dalamnya pada tahun 2006.

Itu pangkal larisnya 'roso'. Itu muasal berdirinya masjid di depan rumahnya. Kendati maksud HB X menyuruh Mbah Maridjan turun gunung sangat manusiawi, tapi rakyat menangkapnya beda. Mereka berasumsi Mbah Maridjan lebih sidik paningale. Dia menyatu dengan Kiai Sapujagat, tokoh mistik yang dipercaya sebagai mbaurekso (penguasa) gunung ini. Dan dia tahu yang bakal terjadi pada saat itu.

Namun keberuntungan dan prediksi terkadang berubah, karena kita atauMaridjan bukanlah penentu segala kemutlakan. 26 Oktober 2010, bencana dan kehancuran datang. Seolah ingin membuat mitus baru sebagai peringatan bagi semua. Roso, akan gosong! Namun mbah Maridjan, tidak serta-merta divonis sebagai orang bodoh, klenik, dan banyak Wangsit. Justru tokoh pemegang kunci ini dianggap sebagai sosok yang teguh memegang tanggung jawab dan amanah yang diberikan oleh kanjeng Sultan pada tahun 1982. Dia harus menjadi orang terakhir berada di Merapi meski dia tahu bahwa tulang-tulangnya juga akan mendidih.

 Keteguhan "roso" dapat menjadi inspirasi pentingnya membuat janji dalam diri bukan janji yang dikomando karena sebuah pelantikan pada sebuah jabatan. Lantas janji itu dimuntahkan, amanah dan tangungjawab dihianati meskipun tidak ada awan panas di atas ubun-ubun kita. Keteguhan akan arti sumpah dibuktikan oleh Maridjan, sehari sebelum hari Soempah Pemuda 2010.

(ditulis kembali oleh Herman Lilo, dari berbagai sumber)

Indonesia menangis, anak-anak kehilangan orang tuanya, orang tua terpisah dengan keluarganya, mayat-mayat tidak bisa dikenali lagi. Bencana Tsunami Mentawai, dan Gunung Merapi yang menyemburkan panas telah membuat air mata Indonesia. Kirimkan doa dan bantuan untuk saudara kita di Indonesia pada Rekening BNI : 0155684448, atau 0142335559, (kantor cabang Univeritas Hasanuddin Makassar), Kami akan menyalurkan kepada yang membutuhkan

kotak pandora bencana

Silih berganti bencana menghampiri dalam rentang tahun 2010. Seakan tidak menyisakan ruang untuk memulihkan diri. Bencana banjir bandang yang menimpa wasior di provinsi Papua barat, yang sampai hari masih dalam tahap recoveri. Bencana wasioar di sinyalir sebagai akibat dari illegal loging yang telah lama berlangsung.
Kemudian disusul dengan Bencana Gempa dan Stunami yang melanda kepulauan mentawai dengan Korban terdiri dari: 154 tewas; hilang 400 org, lk berat 15 org; lk ringan 25. Kerusakan: SD 3 buah;SMP 1 bh; rmh dinas 4 unit; rmh ibadah 5 bh; jembatan rusak berat 5 unit; rmh warga 291 rsk berat,190 rusak ringan( Posko BPBD 14:17 WIB).
Kemudian bencana datang dari daerah tengah pulau jawa. Gunung merapi mengeluarkan awan panas dengan korban meninggal 29 orang dan termasuk Mbah Maridjan sebagai juru kunci gunung merapi. Awan panas mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, peternakan. Menghancurkan rumah sarana ibadah, fasilitas publik, sekolah dan alat deteksi yang berada di sebelah selatan. Sedangkan bencana Gunung Sinabung yang sama mengeluarkan awam panas yang merusak lahan pertanian dan juga peternakan masyarakat di sekitar gunung Sinabung.
Sebelum bencana gempa kepulauan mentawai dan gunung merapi di Yogyakarta, Ibukota Jakarta mengalami banjir-dalam bahasa pemerintah genangan-yang mengakibatkan macet total di banyak titik Jakarta. Banjir ini mengakibatkan kerugian yang mencapai milyaran rupiah.
Ketika bencana alam datang yang menghancurkan dan meluluhlantakkan apa yang ia lalui, seperti banjir wasior yang menghanyutkan hampir satu kota. Gempa Mentawai yang menghancurkan Kepulauan mentawai dan juga gunung merapi yang menghancurkan pemukiman di sekitar gunung merapi.
Namun bencana tesebut adalah sebuah pemula dari bencana-bencana selanjutnya. Dalam arti kata penanggulangan korban bencana, recoveri bencana dan juga pemulihan bencana. Terdapat beberapa bencana yang terkadang lebih menyedihkan dan menyakitkan, yang ditimpakan secara segaja oleh kebijakan dan keputusan dari level pemerintah pusat sampai daerah.
Pertama, bencana kekurangan pasokan bantuan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, selimut dan obat-obatan. Teringat bencana stunami aceh yang menghancurkan hampir seluruh wilayah pesisir bagian barat aceh. Keterlambatan pasokan bantuan mengakibatkan munculnya penyakit dan kelaparan pengungsi yang masih hidup. Masih segar dalam ingatan bagaimana korban tsunami aceh berebut makanan yang di lemparkan dari atas helikopter.
Kedua, bencana recoveri pegungsi. Berbagai kebijakan untuk melakukan recoveri keluar dengan ketukan palu dan di kuatkan dengan berbagai peraturan mulai level undang-undang sampai peraturan daerah. Namun recoveri tidak menyentuh kebutuhan azazi. Pasca gempa sumatera barat pada tanggal 30 September 2009 yang telah berlalu satu tahun. Ternya bantuan recoveri bencana gempa yang merupakan hak korban belum di terima sepenuhnya. Bencana ini di tingkahi dengan berbagai kecurangan dan juga penyunatan.
Ketiga, bencana traumatik. Bagaimana trauma yang mendalam masih ada dalam ingatan korban bencana. Penanggulangan ini membutuhkan pendekatan holistik dan sistematik untuk para korban bencana. Dibutuhkan ahli terapi yang terdiri dari psikologi dan pendampingan berkelanjutan.
Keempat, bencana korupsi bantuan. Hal ini bencana yang menghancurkan sisi kemanusiaan. Ketulusan orang membantu korban bencana dengan sengenap ketulusan tidak mencapai sasaran yang diinginkan. Masih ada yang dengan kerakusan dan ketidakmanusiaan mau dan mampu mengkorupsi bantuan. Banyak kasus telah terjadi bagaimana korupsi bantuan menjadikan tragedi bencana seperti kotak pandora.
Kelima, bencana kealpaan dan kelalaian. Beragam bencana telah datang silih berganti dari sabang sampai wasior dengan berbagai bentuk: Gempa bumi yang diiringi dengan stunami, banjir bandang, lumpur lapindo, gunung merapi, longsor dan kebakaran hutan. Namun tidak menjadikan sebuah pembelajaran yang mampu mendidik kita sebagai masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan bencana yang akan datang. Dimana masih terjadinya korban yang tinggi dengan pola bencana yang sama.
Keenam, bencana keangkuhan dan kepongahan pengambil kebijakan. Sebuah penyataan pimpinan DPR Ri bahwa korban bencana adalah sebuah konsekwensi yang tinggal di pulau dan tepi pantai. Inilah bencana yang mencerminkan ketidakempatian pimpinan bangsa ini. Dari sikap mereka maka bencana yang diakibatkan oleh kepongahan dan keangkuhan dalam mengakibatkan keputusan yang menambah derita korban bencana.
Pray for Indonesia. semoga mampu menjadi kita masyarakat yang tidak alpa dengan kesalahan dan bersyukur dengan karunia. Bangkit Indonesiaku, Karna badai pasti berlalu.
(sumber:kompasiana.com)

MAKNA SEBUAH BENCANA

Musibah Sebagai Cobaan

anak-anak pengungsi
Musibah sebagai cobaan, itu berlaku bagi orang-orang beriman dan beramal sholih serta mau beramar ma’ruf nahi mungkar. Musibah ini, adalah musibah yang menimpa para Nabi dan Rasul, para Auliya’, para mujahid, sholihin, dan semua orang yang mengikuti jalan hidup mereka, dan menapaki langkah perjuangan mereka. Dan sesungguhnya Allah menimpakan musibah tersebut untuk menambah kebaikan dan kenikmatan atas mereka. Allah Ta’ala berfirman.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”{QS.Al-Baqoroh : 214}

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”{QS.Ali Imron :142}

Khabab bin al-Arst berkata, bahwa Rasululah SAW. Bersabda, “ Di antara orang-orang sebelum kalian ada yang digalikan sebuah lubang untuknya, kemudian ia dimasukkan ke dalamnya, didatangkan sebuah gergaji lalu diletakkan di atas kepalanya dan iapun dibelah menjadi dua. Ada juga yang disisir dengan sisir besi sampai mengelupas kulitnya dan dagingnya. Tetapi semua itu tidak menghalangi mereka dari dien mereka. Demi Allah, Dia akan benar-benar menganugerahkan urusan ini sampai nanti akan ada seorang pengendara yang berjalan dari San’a ke Hadramaut tidak takut kecuali kepada Allah. Dia hanya khawatir dengan adanya seekor serigala yang dapat menerkam kambingnya. Namun kalian tergesa-gesa.” {Hadits riwayat Bukhori}

Nabi SAW. Juga bersabda, “Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka. Barang siapa yang ridho, niscaya akan mendapatkan ridho-NYA. Dan barang siapa yang kesal dan benci niscaya ia akan mendapatkan murka-NYA.” {HR. At-Tirmidzi,As-Suyuthi menghasankanya}

Ketika orang-orang hendak memotong kaki Urwah bin Zubeir karena sakit, mereka berkata, “Sekiranya kami meminumkan sesuatu sehingga anda tidak merasakan sakitnya” Urwah menjawab, “ Sesungguhnya Allah hanyalah mengujiku untuk melihat kesabaranku. Haruskah aku menyelisihi keputusan-NYA? “

Sementara itu Umar bin Abdul Aziz berkata, “Tidaklah Allah menganugerahkan suatu nikmat kepada seorang hamba lalu Dia mencabutnya dan hamba pun bersabar atasnya, kecuali Allah akan menggantikanya dengan yang lebih baik.”
Suatu ketika Ali bin Abi Tholib mendapati ‘Adi bin Hatim sedang bersedih. Beliau bertanya, “Mengapa anda bermuram durja?” ‘Adi menjawab, “Apa tidak boleh sedangkan dua anakku baru saja terbunuh, dan mataku baru saja tercungkil? “ Ali berkata, “Wahai ‘Adi barang siapa ridho dengan ketetapan Allah maka sesungguhnya ketetapan Allah itu tetap terjadi dan dia mendapat pahala. Dan barang siapa tidak ridho dengan ketetapanya, sesungguhnya ketetapan itu tetap terjadi dan amalan orang itu pun terhapus.”
Demikianlah, musibah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada kaum yang dicintai-NYA, untuk menguji kesabaran mereka, dan untuk memberikan pahala dan kenikmatan yang lebih banyak jika mereka mau bersabar atasnya.

Musibah Sebagai Hukuman Dan Peringatan

Musibah sebagai peringatan sekaligus hukuman, itu berlaku bagi para pendosa, ahli maksiat dan orang-orang yang melalaikan kewajibanya terhadap Allah SWT. Musibah itu diturunkan oleh Allah Ta’ala untuk memaksa mereka menyesali dosa-dosanya, dan juga menghapus {membalas} sebagian dari kesalahan-kesalahanya. Allah Ta’ala berfirman,
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, yang disebabkan oleh perbuatan manusia. Supaya Allah merasakan kepada manusia sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali {QS.Ar-Rum:41}

Al-Jazaairi dalam tafsirnya mengatakan, bahwa agar kembali disini adalah kembali dari perbuatan maksiat dan memulai lagi berbuat taat. Jarir bin Abdullah Al-Bajly ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW, bersabda,
“Tidaklah salah seorang berada di dalam suatu kaum, lalu dia melakukan berbagai kemaksiatan di tengah mereka, padahal mereka mampu merubahnya namun mereka tidak merubahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab kepada mereka sebelum kematian mereka.” {Diriwayatkan Abu Daud, Ahmad, dan Ibnu Majah}

Abu Huroiroh radhiyallau’anhu meriwayatkan, Rasulullah SAW. Bersabda, “Ujian akan terus datang kepada seorang mu’min atau mu’minah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Allah tanpa membawa dosa.”{Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya}

Demikianlah musibah datang kepada orang-orang yang banyak melakukan kesalahan untuk menghukum dan mengingatkan mereka di dunia, serta menghapus dosa-dosa mereka, jika sabar menjalaninya. Karena sesungguhnya Allah masih menginginkan mereka agar selamat dari adzab-NYA di neraka.

Musibah dan bencana, diturunkan oleh Allah SWT, sebagai peringatan untuk semua dan harus direnungkan bersama. Dan tidak usah menuding siapakah biang keladinya, karena toh bencana itu juga datang tanpa memilih kepada siapa harus menimpa. Maka, masing-masing harus intropeksi diri, berfikir dan berani mengakui kekhilafanya, kemudian kembali menjalani hidup sesuai dengan aturan dan norma-norma agama.

Bertobat kepada Allah Ta’ala tidak hanya berhenti pada gerakan lesan semata, namun yang paling penting bagaimana manusia merealisasikan pengakuanya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang nyata. Manusia harus menyadari bahwa mereka adalah makhluq yang kecil dan lemah, yang tidak akan pernah mampu keluar dari lingkaran taqdir dan hukuman-NYA. Manusia juga harus sadar bahwa tidak semua fenomena yang terjadi di bumi ini bisa diindera dan dianalisa dengan akalnya, dan tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan usaha dan keterbatasan ilmunya.

Dalam setiap musibah dan bencana, manusia harus memahami bahwa disana ada hikmah yang tak ternilai harganya. Janganlah pernah tergerak pada hatinya bahwa dengan semua ini Allah telah mencelakakan dan mendholimi manusia. Bahkan dalam hal ini sempurnalah Allah Ta’ala dalam memperlihatkan sifat rahman-NYA.

Orang yang hidup dengan kedholiman, berkubang dengan kemaksiatan, dan selalu menginjak-injak harga diri dan merampas hak-hak orang lain demi kepuasanya, maka ia harus segera bertobat kepada Allah karena ia kini sedang ditampar oleh Allah Ta’ala. Orang beriman yang sibuk dengan hartanya, keluarganya, kesenanganya dan seluruh egoisitas pribadinya, dengan meninggalkan tugasnya yang suci sebagai penyeru dan pejuang kebenaran, maka ia juga harus bertobat kepada Allah karena ia telah melempar tanggung jawabnya dan membiarkan kejahiliyahan berjalan di depan matanya. Dan saat inilah Allah telah menunjuk hidungnya.

Namun sebenarnya, orang yang harus paling berkaca dan banyak bermuhasabah atas dirinya, justru adalah orang yang selalu aman dan tak pernah tersentuh bencana. Apalagi ia banyak bermaksiat dan banyak melakukan dosa. Karena bisa jadi Allah SWT. Sangat marah kepadanya sehingga membiarkan ia tenggelam dalam kecelakaan dan kesesatanya. Allah tidak menimpakan bencana kepadanya, agar tidak terhapus dosa-dosanya dan menunda balasan dosa tersebut di akhir hayatnya atau hingga di neraka. Dia berfirman,
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” {QS.Al-An’am :44}

Indonesia menangis, anak-anak kehilangan orang tuanya, orang tua terpisah dengan keluarganya, mayat-mayat tidak bisa dikenali lagi. Bencana Tsunami Mentawai, dan Gunung Merapi yang menyemburkan panas telah membuat air mata Indonesia. Kirimkan doa dan bantuan untuk saudara kita dengan mengirim bantuan Anda di Rekening BNI : 0155684448, dan 0142335559 (kantor cabang Univeritas Hasanuddin Makassar), Kami akan menyalurkan kepada yang membutuhkan. Insya Allah....

Rabu, 27 Oktober 2010

Cerita di Lampu Merah

 KESEDIHAN DI LAMPU MERAH

Makassar - Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan fly-over yang mempertemukan Jalan tol Reformasi, Jalan A.P. Pettarani, dan Oerip sumohardjo, itu masih menyala hijau. Gasa segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. 

Lampu berganti kuning. Hati Gasa berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Gasa bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit! Prit! Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti.

Gasa menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Reza, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Gasa agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Reza. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Gasa.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
saya sedang menunggu di rumah.”
 “Oh ya?” Tampaknya Reza agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. “Reza, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan.
Gasa harus ganti strategi.
 
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Gasa. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”

Dengan ketus Gasa menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Reza menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Reza mengetuk kaca jendela. Gasa memandangi wajah Reza dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Reza kembali ke posnya.

Gasa mengambil surat tilang yang diselipkan Reza di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Gasa membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Reza.

Halo Gasa, Tahukah kamu Gasa, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan  berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Gasa. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.

Berhati-hatilah.

Reza

Gasa terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Reza. Namun, Reza sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

 – Penulis tanpa nama. (DIPETIK dari resensi.net)

salam sahabat: Herman Lilo


Selasa, 26 Oktober 2010

KEKUATAN PIKIRAN

“Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati
sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.”
– Andrew Ho –


INSPIRING NEWS - Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut,
sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu.
Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik
atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang
kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang
dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan
tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka
diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan- kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.

- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.

- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.

- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.

- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini.  Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.*

Sumber:  Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

salam Herman Lilo

5 EKOR MONYET

monyet di resensi,netDalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.

Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …
Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya…..


Renungan
===================
SAHABAT
 
Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?

Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?

Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.
Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.

Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.
Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.

Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada. Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?

Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

SAHABAT, saya yakin anda semua adalah orang type E. Setidaknya karena anda mau bergabung disini untuk belajar bersama, berbagi bersama, dan maju serta sukses bersama. Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda.