Sabtu, 07 Agustus 2010

Seorang Ibu Tega Buang Bayinya di Toilet Pesawat


INDIA - Seorang ibu melahirkan di toilet pesawat penerbangan internasional. Setelah itu, si ibu tega membuang anaknya melalui lubang toilet pesawat.
Bayi tersebut ditemukan tersangkut di lubang toilet pada saat pesawat, setelah mendarat di Amritsar, utara India. Bayi malang itupun langsung dilarikan ke rumah sakit beserta dengan toilet yang masih menyangkut dengan tubuhnya.
Seorang Dokter HP Singh dari Rumah Sakit Escort mengatakan, tim bedah menggunakan alat pemotong untuk memisahkan toilet dengan kepala bayi tersebut. Ibu muda berusia 22 tahun diperkirakan langsung meninggalkan pesawat ketika mendarat.
Untungnya si ibu berhasil ditangkap setelah awak pesawat dari penerbangan Turkmenistan menemukan sang bayi. Dokter mengatakan, saat ini bayi tersebut dalam kondisi yang kritis.
Seperti dilansir Telegraph, Sabtu (10/7/2010), ibu muda tersebut merupakan mahasiswi medis yang belum menikah. Dia dalam perjalanan kembali pulang ke India setelah menyelesaikan studinya di negara lain.

Berhenti jadi pengusaha demi Seni

LATVIA - Seorang perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha sukses rela membuang karir yang ia bangun, hanya demi menjadi seorang seniman. Ia bahkan membuat karya seni yang seluruhnya dibuat dari uang dolar Amerika Serikat (AS).

Irina Truhanova bahkan menggunakan kertas potongan tagihan untuk menggambar sketsa, sebelum dirinya membuat karya seni berupa gambar wajah dari pemimpin dunia ataupun bentuk terkenal lainnya. Kreasi-nya termasuk gambar Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, geisha, sebuah mobil Bentley dan Patung Liberty.

"Saya ingin menciptakan mosaik yang dipersonifikasikan kebebasan, kemerdekaan, mata uang bisnis dan modal, dan menggunakan dolar AS tampaknya cocok dengan sempurna," ungkap Irina Truhanova seperti dikutip Orange.co.uk, Sabtu (17/7/2010).

Irina menyadari jika dirinya dapat hidup dari hanya membuat kesenian seperti yang dirinya buat saat ini. Ia pun pada akhirnya meninggalkan pekerjaan kantor, setelah yakin akan pilihannya dan mulai kebanjiran lewat penjualan karya seninya.
(faj) (Sumber:Okezone.com)

Karena Anak BELAJAR Bagaimana Dia DIBESARKAN

Karena Anak BELAJAR Bagaimana Dia DIBESARKAN
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalaamu’alaikum wa rahamtullahi wa barakaatuh
Semoga KESELAMATAN, RAHMAT dan BARAKAH ALLAH selalu tercurah atasmu
Sahabat …

Setiap orang tua PASTI menginginkan anaknya menjadi anak yang baik,
Rajin ibadah, berakhlak baik dan pintar tentunya.

Tapi kadang kita sangat tidak suka dengan sifat dan akhlak anak kita,
Senang bekelahi, tidak jujur, rendah diri, dan tidak menurut dengan kita.

Janganlah kita hanya menyalahkan anak kita sendiri,
Bisa jadi anak seperti itu adalah hasil didikan kita yang sudah bertahun-tahun.
Karena anak BELAJAR bagaimana dia DIBESARKAN oleh orang tuanya.

Dorothy Law Nolte mengatakan:

* Jika anak dibesarkan dengan CELAAN,
Ia belajar MEMAKI

* Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN,
Ia belajar BERKELAHI

* Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN,
Ia belajar RENDAH DIRI

* Jika anak dibesarkan dengan PENGHINAAN,
Ia belajar MENYESALI DIRI

* Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI,
Ia belajar MENAHAN DIRI

* Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN,
Ia belajar PERCAYA DIRI

* Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN,
Ia belajar KEADILAN

* Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG dan PERSAHABATAN,
Ia belajar menemukan CINTA dalam KEHIDUPAN

Jadi perbaikilah SIFAT dan AKHLAK kita serta LINGKUNGANNYA yang kurang baik,
Atau kalau tidak, kita akan mendapatkan PERLAKUAN yang TIDAK BAIK darinya.
Wallahu a’lam

Wassalam

***

Kamis, 05 Agustus 2010

Sang Juara, sang Demokrat

Partai Demokrat kembali menjadi hal yang fenomenal dalam Pemilu 2009 ini sebagai satu-satunya partai politik era reformasi yang mampu menjadi parpol besar dengan peningkatan jumlah suara sekitar 300 persen dibanding Pemilu 2004. Pada awalnya perolehan suara partai demokrat ketika pertama kali mengikuti pemilu 2004 = 8.455.225 suara atau 7,46% (57 kursi di DPR). Lima tahun yang lalu partai ini juga sempat menjadi sorotan banyak pihak ketika membuat shocked pasar politik saat itu. Kejutannya karena, sebagai parpol yang baru muncul, bisa langsung masuk kelompok parpol level menengah, bahkan kemudian berhasil menjadikan calon presiden yang diusungnya menang dalam pemilihan presiden 2004. Partai Demokrat meraih suara terbanyak (pemenang) dengan meraih suara nasional 21.703.137 (20,85) dan memperoleh 148 kursi DPR atau 26,43 persen dari keseluruhan kursi parlemen yang berjumlah 560 kursi.

Penetapan hasil Pemilu yang diperoleh 38 partai peserta pemilu nasional itu dibacakan langsung Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary pada Sabtu malam 9 Mei 2009. Jumlah suara sah 104.099.785 (60,78 persen), suara tidak sah 17.488.581 (10,21 persen) dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebesar 49.677.076 (29.01 persen).

Jadi total suara tidak sah dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebesar 67.165.657 atau 39,26% dari jumlah pemilih terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yakni 171.265.442 pemilih. Belum lagi ditambah puluhan juta pemilih yang terpaksa Golput karena tidak terdaftar dalam DPT.

Jumlah suara sah yaitu 104.099.785, lebih rendah dibandingkan dengan pemilu legislatif 2004. Pada pemilu 5 April 2004, jumlah suara sah yaitu 113.462.414.
 
Berdasarkan perhitungan suara sah itu, KPU telah mensahkan perolehan suara parpol untuk DPR periode 2009-2014 dari 33 provinsi dengan 77 daerah pemilihan (dapil). Dengan catatan data dapil Sumut 2 yang digunakan masih data lama karena hasil rekapitulasi penghitungan ulang Kabupaten Nias Selatan, belum rampung. Rapat pleno penetapan suara sah nasional di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat berlangsung hingga Minggu (10/5/2009), pukul 00.02 WIB.
 
Partai Demokrat meraih suara terbanyak (pemenang) dengan meraih suara nasional 21.703.137 (20,85) dan memperoleh 148 kursi DPR atau 26,43 persen dari keseluruhan kursi parlemen yang berjumlah 560 kursi. Disusul Partai Golkar 15.037.757 suara (14,45) dan mendapatkan 108 kursi DPR (19,29 persen), PDI Perjuangan 14.600.091 (14,03) suara dan 93 kursi (16,61 persen), PKS 8.206.955 (7,88) suara dan 59 kursi (10,54 persen), PAN 6.254.580 (6,01) suara dan 42 kursi (7,50 persen), PPP 5.533.214 (5,32) suara dan 39 kursi (6,96 persen), PKB 5.146.122 (4,94) suara dan 26 kursi (4,64 persen), Gerindra 4.646.406 (4,46) suara dan 30 kursi (5,36 persen), dan Hanura 3.922.870 (3,77) suara dan 15 kursi (2,68 persen). Hanya sembilan Parpol tersebut yang lolos parliamentary threshold 2,5 persen.

Dengan disahkannya hasil perolehan kursi dan suara nasional, itu partai politik akan memastikan langkah koalisinya menuju pemilihan presiden. Sesuai ketententuan partai atau gabungan partai yang memperoleh 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional, berhak mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden. Pendaftaran Capres-Cawapres dimulai 11 Mei sampai 16 Mei 2009 lalu, dan icon sekaligus kandidat Partai Demokrat kembali menang 1 putaran.

 
Hasil Pemilu
Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 38 partai politik pesrta Pemilu Legislatif Nasional (DPR) berdasarkan nomor urut, nama partai, perolehan suara dan persentase suara:
1. Partai Hanura 3.922.870 (3,77)
2. PKPB 1.461.182 (1,40)
3. PPPI 745.625 (0,72)
4. PPRN 1.260.794 (1,21)
5. Gerindra 4.646.406 (4,46)
6. Barnas 761.086 (0,73)
7. PKPI 934.892 (0,90)
8. PKS 8.206.955 (7,88)
9. PAN 6.254.580 (6,01)
10. PPIB (0,19)
11. Partai Kedaulatan 437.121 (0,42)
12. PPD 550.581 (0,53)
13. PKB 5.146.122 (4,94)
14. PPI 414.043 (0,40)
15. PNI Marhaenisme 316.752 (0,30)
16. PDP 896.660 (0,86)
17. Pakar Pangan 351.440 (0,34)
18. PMB 414.750 (0,40)
19. PPDI 139.554 (0,13)
20. PDK 669.417 (0,64)
21. RepublikaN 630.780 (0,64)
22. Partai Pelopor 341.914 (0,33)
23. Golkar 15.037.757 (14,45)
24. PPP 5.533.214 (5,32)
25. PDS 1.541.592 (1,48)
26: PNBK 468.696 (0,45)
27. PBB 1.864.752 (1,79)
28. PDI-P 14.600.091 (14,03)
29. PBR 1.264.333 (1,21)
30. Partai Patriot 547.351 (0,53)
31. Demokrat 21.703.137 (20,85)
32. PDKI 252.293 (0,31)
33. PIS 320.665 (0,31)
34. PKNU 1.327.593 (1,43)
41. Partai Merdeka 111.623 (0,11)
42. PPNUI 146.779 (0,14)
43. PSI 140.551 (0,14)
44. Partai Buruh 266.203 (0,25)


selamat kepada Partai Demokrat, semoga jalan pengabdianmu membawa kemaslahatan ummat...


herman Lilo
(dari berbagai sumber)

Kekuatan Cinta

Sahabat,
Seberapa besar cinta yang kau rasakan? Anda tidak akan pernah mampu manaksir seberapa besar cinta orang lain terhadapmu. Kenapa? sebab cinta itu obyektif, jarang sekali terjadi secara subjektif. Penekanannya pada "mencintai", bukan pada "dicintai"....

Jika engkau meletakkan cintamu pada orang lain, terkadang orang tidak tahu seberapa tulus cinta yang sedang kau letakkan itu. Begitu juga jika cinta itu diletakkan pada dirimu. 

Cobalah engkau menyebutkan kata dan kalimat yang penuh "rasa cinta" setiap saat. Dan rasakan betapa nikmatnya mencintai. Cintai dirimu, cintai pekerjaanmu, cintai tugasmu, maka engkau akan merasakan keikhlasan. Letakkan cinta pada Tugas dan pekerjaan sehingga menjelma jadi "tanggung jawab dan keikhlasan", bukan "perintah, keterpaKsaan dan keharusan"

Kemudian jadikan cinta-cinta itu sebagai energi yang menyambungkan cintamu kepada, orang tua, pada Tuhan, pada suami-istri, atau pada anak-anakmu...

7 TEKNIK PROPAGANDA

Jika anda mendengarkan kata 'propaganda', maka terbersit di kepala kita mengenai sebuah kerja komunikasi. Propaganda sangat berkaitan dengan kampanye, periklanan, pemasaran, sosialisasi dan sebagainya. Sebaiknya kita fokuskan pemahaman kita pada definisi dari Sastropoetro, bahwa Propaganda adalah suatu penyebaran pesan yang terlebih dahulu telah direncanakan secara seksama untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku dari penerima/komunikan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan oleh komunikator (Santosa Sastropoetro, Propaganda: Salah Satu Bentuk Komunikasi Massa, Bandung: Alumni, 1991, h. 34). 

 

Setelah kita sepaham dengan definisi propaganda, maka perlu diketahui 7 Teknik Propaganda yang diajukan oleh Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, sebagai berikut:

  1.  Name Calling, teknik memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya. 
  2. Glittering Generality, teknik menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti. 
  3. Transfer, teknik membawa otoritas, dukungan, gengsi dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima. 
  4. Testimoni (kesaksian), teknik memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk. 
  5. Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari ‘rakyat’. 
  6. Card Staking, meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argument-argumen yang dipilih bisa benar atau salah. 
  7. Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok.
 Penjelesannya seperti pada penelitian (HERMAN A.LILO) mengenai studi kemenangan Partai Demokrat pada Pileg 2009, di Kabupaten Soppeng.
Teknik kampanye dengan Name Calling,  berbeda dengan kampanye hitam (black campaign) yang cenderung menimbulkan rumor atau fitnah.  Name Calling, adalah teknik kampanye anjuran yang sifatnya mengandung ancaman keburukan bagi khalayak. Contohnya kampanye yang ditujukan kepada petani dengan menyebutkan, “gagal panen disebabkan karena penggunaan bibit yang tidak unggul", , atau “jika Anda tidak memeriksakan kesehatan maka bahaya penyakit akan mengancam!”. Kedua pesan tersebut mengandung ancaman bagi komunikan yang dituju kedua pesan tadi, misalnya bagi kehidupan seorang petani.
Teknik kampanye Glittering Generality,  menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti, misalnya dengan kalimat, “periksakanlah kesehatan Anda di tempat kami dengan gratis”. Ketika mendengarkan informasi tersebut maka komunikan akan langsung percaya terutama jika yang mendapatkan informasi tersebut adalah petani miskin yang telah merasakan mahalnya biaya di rumah sakit.
Teknik kampanye Transfer,  diperlukan dukungan dari tokoh berpengaruh, public figure, lembaga yang memiliki otoritas seperti lembaga pendidikan, militer atau lembaga lain yang memiliki prestise. Misalnya jika pesan hidup sehat disampaikan oleh seorang artis maka atau presiden tentu akan lebih berpengaruh. 
Teknik kampanye Testimoni (kesaksian),  memerlukan proses komunikasi bertahap. Pesan diterima berdasarkan pengalaman yang diperolehnya. Jadi komunikatornya memberikan informasi berdasarkan pengalamannya terhadap sebuah informasi, misalnya seorang tetangga bercerita kepada tetangga yang lainnya mengenai program kegiatan sosial , itu akan lebih berpengaruh jika pesannya disampaikan oleh seorang artis seperti Luna Maya atau Julia Peres, karena tetangga memiliki kedekatan (proximitas) antara komunikator dengan komunikan.
Teknik kampanye Plain Folks, melibatkan diri sebagai "apa yang dikampanyekan" sebagai contoh jika dalam sebuah media luar ruang atau baliho yang memasang foto SBY memegang cangkul kemudian menyertakan pesan “petani Indonesia harus sejahtera”, maka bagi para petani yang mendapatkan informasi tersebut seolah merasakan bahwa SBY juga adalah seorang petani. 
Teknik kampanye Card Staking,  Argumen-argumen yang dipilih bisa benar atau salah, tetapi diiringi dengan data dan fakta, misalnya saja kampanye bibit jagung dengan menampilkan data-data pencapaian panen diberbagai tempat. Dan terakhir menurut McLung dan Briant, adalah teknik  Bandwagon, meyakinkan orang bahwa orang-roang dalam komunitas komunikan berada sudah memilih "partai tertentu", dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti komunitas komunikan  dan segera menggabungkan diri pada pilihan komunitasnya.
 
Thanks all friend

smoga bermanfaat

salam perjuangan

HERMAN A.LILO

(disadur dari buku The Fine Art of Prapaganda, Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, 1939)