Kamis, 05 Agustus 2010

Kekuatan Cinta

Sahabat,
Seberapa besar cinta yang kau rasakan? Anda tidak akan pernah mampu manaksir seberapa besar cinta orang lain terhadapmu. Kenapa? sebab cinta itu obyektif, jarang sekali terjadi secara subjektif. Penekanannya pada "mencintai", bukan pada "dicintai"....

Jika engkau meletakkan cintamu pada orang lain, terkadang orang tidak tahu seberapa tulus cinta yang sedang kau letakkan itu. Begitu juga jika cinta itu diletakkan pada dirimu. 

Cobalah engkau menyebutkan kata dan kalimat yang penuh "rasa cinta" setiap saat. Dan rasakan betapa nikmatnya mencintai. Cintai dirimu, cintai pekerjaanmu, cintai tugasmu, maka engkau akan merasakan keikhlasan. Letakkan cinta pada Tugas dan pekerjaan sehingga menjelma jadi "tanggung jawab dan keikhlasan", bukan "perintah, keterpaKsaan dan keharusan"

Kemudian jadikan cinta-cinta itu sebagai energi yang menyambungkan cintamu kepada, orang tua, pada Tuhan, pada suami-istri, atau pada anak-anakmu...

7 TEKNIK PROPAGANDA

Jika anda mendengarkan kata 'propaganda', maka terbersit di kepala kita mengenai sebuah kerja komunikasi. Propaganda sangat berkaitan dengan kampanye, periklanan, pemasaran, sosialisasi dan sebagainya. Sebaiknya kita fokuskan pemahaman kita pada definisi dari Sastropoetro, bahwa Propaganda adalah suatu penyebaran pesan yang terlebih dahulu telah direncanakan secara seksama untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku dari penerima/komunikan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan oleh komunikator (Santosa Sastropoetro, Propaganda: Salah Satu Bentuk Komunikasi Massa, Bandung: Alumni, 1991, h. 34). 

 

Setelah kita sepaham dengan definisi propaganda, maka perlu diketahui 7 Teknik Propaganda yang diajukan oleh Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, sebagai berikut:

  1.  Name Calling, teknik memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya. 
  2. Glittering Generality, teknik menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti. 
  3. Transfer, teknik membawa otoritas, dukungan, gengsi dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima. 
  4. Testimoni (kesaksian), teknik memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk. 
  5. Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari ‘rakyat’. 
  6. Card Staking, meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argument-argumen yang dipilih bisa benar atau salah. 
  7. Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok.
 Penjelesannya seperti pada penelitian (HERMAN A.LILO) mengenai studi kemenangan Partai Demokrat pada Pileg 2009, di Kabupaten Soppeng.
Teknik kampanye dengan Name Calling,  berbeda dengan kampanye hitam (black campaign) yang cenderung menimbulkan rumor atau fitnah.  Name Calling, adalah teknik kampanye anjuran yang sifatnya mengandung ancaman keburukan bagi khalayak. Contohnya kampanye yang ditujukan kepada petani dengan menyebutkan, “gagal panen disebabkan karena penggunaan bibit yang tidak unggul", , atau “jika Anda tidak memeriksakan kesehatan maka bahaya penyakit akan mengancam!”. Kedua pesan tersebut mengandung ancaman bagi komunikan yang dituju kedua pesan tadi, misalnya bagi kehidupan seorang petani.
Teknik kampanye Glittering Generality,  menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti, misalnya dengan kalimat, “periksakanlah kesehatan Anda di tempat kami dengan gratis”. Ketika mendengarkan informasi tersebut maka komunikan akan langsung percaya terutama jika yang mendapatkan informasi tersebut adalah petani miskin yang telah merasakan mahalnya biaya di rumah sakit.
Teknik kampanye Transfer,  diperlukan dukungan dari tokoh berpengaruh, public figure, lembaga yang memiliki otoritas seperti lembaga pendidikan, militer atau lembaga lain yang memiliki prestise. Misalnya jika pesan hidup sehat disampaikan oleh seorang artis maka atau presiden tentu akan lebih berpengaruh. 
Teknik kampanye Testimoni (kesaksian),  memerlukan proses komunikasi bertahap. Pesan diterima berdasarkan pengalaman yang diperolehnya. Jadi komunikatornya memberikan informasi berdasarkan pengalamannya terhadap sebuah informasi, misalnya seorang tetangga bercerita kepada tetangga yang lainnya mengenai program kegiatan sosial , itu akan lebih berpengaruh jika pesannya disampaikan oleh seorang artis seperti Luna Maya atau Julia Peres, karena tetangga memiliki kedekatan (proximitas) antara komunikator dengan komunikan.
Teknik kampanye Plain Folks, melibatkan diri sebagai "apa yang dikampanyekan" sebagai contoh jika dalam sebuah media luar ruang atau baliho yang memasang foto SBY memegang cangkul kemudian menyertakan pesan “petani Indonesia harus sejahtera”, maka bagi para petani yang mendapatkan informasi tersebut seolah merasakan bahwa SBY juga adalah seorang petani. 
Teknik kampanye Card Staking,  Argumen-argumen yang dipilih bisa benar atau salah, tetapi diiringi dengan data dan fakta, misalnya saja kampanye bibit jagung dengan menampilkan data-data pencapaian panen diberbagai tempat. Dan terakhir menurut McLung dan Briant, adalah teknik  Bandwagon, meyakinkan orang bahwa orang-roang dalam komunitas komunikan berada sudah memilih "partai tertentu", dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti komunitas komunikan  dan segera menggabungkan diri pada pilihan komunitasnya.
 
Thanks all friend

smoga bermanfaat

salam perjuangan

HERMAN A.LILO

(disadur dari buku The Fine Art of Prapaganda, Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, 1939)

Kamis, 29 Juli 2010

Kekuatan Imajinasi

Yang mengarahkan kita adalah Kemauan, Pencapaian adalah realisasi dari Imajinasi. Biarkan kesabaran menjadi energi kerja keras kita. Itu pula yang menggerakkan imajinasi menjadi kemauan, dan dengan Imajinasi yang kuat membuat kita BISA dan KUAT.
Berjalanlah engkau diatas sebatang bambu setinggi lutut, kamu akan merasakan bedanya antara BISA dan tidak BISA. Pada kekuatan Imajinasimu

salam perjuangan

Minggu, 25 Juli 2010

salah siapa?

Salah Siapa?



Sahabat, ini kisah tentang empat manusia.

SETIAP ORANG, SESEORANG, SIAPAPUN, dan TAK SATU PUN.

Ada sebuah tugas penting yang harus dilaksanakan dan SETIAP ORANG diminta untuk melakukannya.

SETIAP ORANG sangat yakin bahwa SESEORANG akan melakukannya.

SIAPAPUN dapat melakukannya, tapi TAK SATUPUN melakukannya.

SESEORANG kemudian marah sebab itu adalah tugas SETIAP ORANG.

SETIAP ORANG tahu bahwa SIAPAPUN bisa melakukannya, tapi TAK SATUPUN menyadari bahwa SESEORANG tak mau melakukannya.

Akhirnya, SETIAP ORANG menyalahkan SESEORANG sebab TAK SATUPUN melakukan apa yang SETIAP ORANG bisa melakukannya.

Sahabat, bisa jadi, empat manusia itu sebenarnya hanya satu. Mari kita renungkan dan mari kita terus belajar.


Sumber: Internet Joke

Sabtu, 24 Juli 2010

Maafkan Kami, Nak...

Maafkan kami Nak...

Maafkan kami, Nak...
Sebab orang tuamu belum mampu membelikanmu mainan
Maka biarlah kami menemanimu bermain
Kelak engkau akan tahu bahwa hidup bukan permainan semata
Di dalamnya banyak misteri yang harus diungkap sendiri.

Maafkan kami, Nak...
Sebab orang tuamu hanya bisa mengirit beli susu untukmu
Sehingga Ibumu harus pandai-pandai menakar
Tapi karena cinta yang ikhlas membuat kami takpernah salah hitung
Biar engkau pun tahu bahwa manusia harus bisa menghitung hidupnya sendiri

Maafkan kami, Nak...
Sebab belum punya tempat berteduh yang rimbun untukmu
Namun keteduhan cinta kami akan mengayomi tidurmu
Tetap akan tumbuh bunga dan mata air di atas tanah tandus ini
Kelak engkau akan mengerti bahwa panas terik dan hujan senantiasa mengejarmu
Maka berteduhlah di payungmu sendiri..

HERMAN A.LILO
1999

untuk hari anak Indonesia

Ingin Saja...

Nak,
Ingin saja aku berdoa malam ini
Dalam rinduku yang belum kau pahami
Menggeliat-geliat batinku memburumu
Menyergap sunyi kesendirianku

Nak,
Ingin saja aku panggil namamu di doaku
Meskipun aku tahu bahwa kau tak mungkin mendengarnya
Tapi telah kusampaikan kepada Tuhan
Lindungi anak-anak kami dalam dekap ibunda

Nak,
Ingin saja aku merebutmu dari gendongan Ibunda
Menciummu hingga engkau menangis lagi
Namun jarak kita terpisahjauh
Nak,
Ingin saja aku pulang menjeguk rindu
Bersamamu wahai akar jiwa yang suci
Maka sambutlah ayah di depan pintu